Robert Kritik Permainan PSM  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anoure Obiora (tengah), striker PSM Makasar menguasai bola diapit dua pemain Deltras Sidoarjo, Mujib Ridwan (kiri) dan Anang Makruf pada pertandingan Super Liga Indonesia yang berlangsung di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (7/11). Deltras Sidoarjo mengalahkan PSM Makasar 2-0.TEMPO/PRASETYO

    Anoure Obiora (tengah), striker PSM Makasar menguasai bola diapit dua pemain Deltras Sidoarjo, Mujib Ridwan (kiri) dan Anang Makruf pada pertandingan Super Liga Indonesia yang berlangsung di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (7/11). Deltras Sidoarjo mengalahkan PSM Makasar 2-0.TEMPO/PRASETYO

    TEMPO Interaktif, Makassar -- Kekalahan PSM Makasar dari Deltras Sidoarjo sontak membuat pelatih Robert Rene Albert berang. Usai pertandingan yang berakhir 2-0 untuk kemenangan Deltras, Robert langsung mengumpulkan anak asuhnya dan melakukan kritik terhadap pola permainan tandang kali ini.

    "Banyak kritik yang dilontarkan Robert terhadap pemain. Semua lini dinilai tampil sangat buruk pada pertandingan kali ini," ujar Asisten Pelatih PSM, Liestiadi saat dihubungi, Minggu (7/11) malam. Liestiadi mengatakan, kekecewaan Robert tidak bisa disembunyikan setelah melihat penampilan pemain PSM.

    Ia mengakui, banyak pemain yang tampil di bawah standar. Secara rinci Liestiadi tidak menyebut sektor dan pemain yang menjadi titik kelemahan PSM. "Kami tidak tahu apa penyebab buruknya permainan tadi. Yang jelas Robert langsung meminta semua pemain mengevaluasi diri dan mempersiapkan laga selanjutnya," ujar Liestiadi.

    Meski mengakui keunggulan Dentras Sidoarjo, namun kekalahan tim Juku Eja kali ini juga dipengaruhi banyak faktor. Tingginya provokasi dan tekanan yang dilancarkan tuan rumah dan panitia pelaksana, baik sebelum maupun menjelang pertandingan turut memecah konsentrasi pemain.

    Liestiadi mengatakan, tekanan itu sudah membayangi tim PSM sehari sebelumnya. PSM tidak diperkenankan melakukan uji coba lapangan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

    Tekanan terus berlanjut 90 menit menjelang kick off. Penyelenggara pertandingan, sambung Liestiadi, tidak mengizinkan pemain-pemain PSM melakukan tradisi menyapa suporter sebelum pertandingan dimulai.
    "Kami tidak diberikan kesempatan berdaptasi dengan penonton seperti yang rutin kami lakukan menjelang pertandingan," ujar Liestiadi.

    Puncak pecahnya konsentrasi pemain terjadi saat pertandingan berlangsung. Liestiadi mengatakan banyak keputusan-keputusan wasit yang dinilai merugikan PSM. Ironisnya, protes yang dilayangkan pemain PSM tidak digubris hakim lapangan.

    "Deltras tidak boleh menang, tapi banyak keputusan wasit yang kontroversi. Itu yang kemudian menjatuhkan mental pemain kita," imbuh Liestiadi. Rapuhnya mental pemain PSM sebenanrnya sudah diantisipasi sebelumnya.

    Liestiadi mengatakan, saat latihan dan menjelang pertandingan, pemain terus diberi semangat agar tidak mudah terpancing dengan provokasi dan teror, terutama saat laga tandang. "Konsentrasi pemain harus fokus untuk tampil baik. Ini yang akan kami tekankan menjelang pertandingan mendatang," katanya.

    ABDUL RAHMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.