Tekuk Arsenal, Tottenham Akhiri Dua Rekor Negatif

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemaian Tottenham Hotspur Rafael van der Vaart meluapkan kegembiraannnya, setelah mencetak gol ke gawang FC Twente, dalam pertandingan Liga Champions di stadion White Hart Lane, London (30/9). REUTERS/Dylan Martinez

    Pemaian Tottenham Hotspur Rafael van der Vaart meluapkan kegembiraannnya, setelah mencetak gol ke gawang FC Twente, dalam pertandingan Liga Champions di stadion White Hart Lane, London (30/9). REUTERS/Dylan Martinez

    TEMPO Interaktif , London - Tottenham Hotspur akhirnya mengakhiri dua rekor buruk setelah mengalahkan rival sekota, Arsenal, 3-1 dalam derby London Utara di Emirates Stadium, Sabtu (20/11).

    The Gunners sempat unggul 2 gol lebih dulu di babak pertama lewat aksi Samir Nasri dan Marouane Chamakh. Tapi, Spurs bangkit di babak kedua lewat gol-gol Gareth Bale, Rafael van der Vaart dan Younes Kaboul untuk memastikan kemenangan pertama di kandang Arsenal dalam 17 tahun terakhir.

    Aksi comeback di Emirates Stadium itu juga mengakhiri tren negatif Spurs, tak pernah menang dalam 68 laga tandang sebelumnya melawan The Big Four: Manchester United, Chelsea, Arsenal dan Liverpool.

    “Saya tak di sini dalam 65 atau 66 laga tandang itu, jadi saya tak bisa disalahkan atas kekalahan-kekalahan sebelumnya,” kata pelatih Tottenham, Harry Redknapp. “Tapi, kami bisa meladeni siapa pun. Datang ke sini dan membalikkan keadaan seperti yang kami lakukan hari ini merupakan hasil fantastis.”

    Kalau saja Arsenal menang dalam laga ini mereka bakal naik ke puncak klasemen Premier League. Tapi, semua itu urung terjadi setelah Tottenham mengakhiri rekor terburuk dalam 50 tahun terakhir sejak kali terakhir mereka jadi juara Liga Inggris.

    Sukses itu membuat Redknapp mulai melihat peluang bagi timnya untuk ikut bersaing memperebutkan gelar Premier League musim ini. Maklum, kini Tottenham hanya terpaut 6 poin dengan puncak klasemen.

    “Liga musim ini lebih terbuka,” ujar Redknapp. “Kenapa kita tak bisa memenangi sebuah kejuaraan? Siapa bilang kita tak bisa? Kenapa kami tak bisa memenanginya?”

    Jawaban yang paling tepat untuk pertanyaan Redknapp adalah kondisi pertahanan Spurs yang tak stabil menyusul cederanya Ledley King, Jonathan Woodgate dan Michael Dawson. Kondisi ini membuat mereka selalu kebobolan dalam ke-12 laga terakhir Premier Lague musim ini.

    Tapi, di barisan penyerang kondisinya lebih menjanjikan. Bale menjadi senjata terbaru Tottenham dengan mengoleksi 9 gol musim ini. Begitu juga dengan Van der Vaart yang telah menyumbang 8 gol.

    Selain itu, Tottenham juga punya pilar yang sangat bisa diandalkan di lini tengah dalam sosok William Gallas. Mantan kapten Arsenal ini sempat mengecewakan di babak pertama melawan bekas klubnya, tapi ia bermain impresif di babak kedua dengan melakukan sejumlah blok dan intersep untuk membawa Tottenham keluar dari tekanan.

    “Saya pikir William Gallas tampil luar biasa. Saya pikir dialah bintang dalam pertandingan ini,” puji Redknapp.

    Para fans Tottenham masih bertahan di dalam stadion hingga 15 menit seusai pertandingan untuk merayakan kemenangan bersejarah tim kesayangan mereka. Tapi, Van der Vaart sudah langsung memikirkan duel berikutnya melawan Werder Bremen di Champions League Rabu pekan depan.

    Kemenangan atas wakil Bundesliga itu hampir pasti membawa Tottenham lolos ke babak 16 Besar.

    “Hari ini adalah hari yang hebat, tapi ini hanya 3 poin,” kata Van der Vaart. “Kami ingin memenangi laga Champions League berikutnya.”

    AP | A. RIJAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.