Fulham vs City, Ajang Pembuktian Hughes dan Mancini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Manejer Fulham Mark Hughes. REUTERS/Phil Noble

    Manejer Fulham Mark Hughes. REUTERS/Phil Noble

    TEMPO Interaktif , London – Duel Fulham kontra Manchester City di Craven Cottage Minggu malam nanti merupakan ajang pembuktian bagi pelatih kedua tim, Mark Hughes dan Roberto Mancini.

    Hughes sangat berambisi membuktikan City telah melakukan kesalahan besar saat mendepaknya Desember lalu. Sebaliknya, Mancini bertekad menunjukkan The Citizens telah membuat keputusan tepat saat memilihnya sebagai pengganti Hughes.

    "Mereka (City) membuat perubahan itu dengan harapan bisa mempercepat proses meraih sukses. Tampaknya itu tak terjadi,” kata Hughes.

    "Saya tak tahu apa yang kurang, klub dan sekelompok pemain yang saya miliki (di City) musim lalu cukup bagus untuk memenuhi target yang diberikan kepada saya. Saya tahu mereka harus menghabiskan lebih banyak uang (di bursa transfer) musim panas lalu, kesempatan yang sebelumnya akan diberikan kepada saya. Jika saya masih di sana, musim ini saya akan memasuki masa dua setengah tahun, jadi itu akan sangat membantu," tambahnya.

    Klaim Hughes sangat beralasan karena Mancini terbukti gagal mempersembahkan gelar bagi City musim lalu. Pelatih asal Italia itu bahkan tak mampu membawa The Citizens finis di 4 besar dan lolos ke Champions League.

    Kini giliran Mancini bahkan mengalami situasi yang sama dengan yang pernah dialami Hughes jelang dipecat dari City di tengah jalan musim lalu.

    Mancini baru mempersembahkan 20 poin dari 13 laga yang telah dimainkan City di Premier League musim ini. Catatan ini sama persis dengan yang dibuat Hughes pada tahap ini musim lalu.

    Catatan Mancini musim ini bahkan lebih buruk lagi karena City sudah menelan 3 kekalahan sementara pada tahap yang sama musim lalu, Hughes hanya menelan 1 kekalahan.

    Tapi, Mancini masih bisa berbesar hati karena hingga saat ini ia mampu mempertahankan City dalam persaingan di posisi 4 Besar, sesuatu yang gagal dicapai Hughes sebelumnya.

    "Kami telah banyak meningkat," kata Mancini. "Kami telah memenangi banyak laga tandang. Kami berada di posisi 4 Besar. Kami harus melihat posisi ini kembali di akhir musim, tapi saya pikir kami akan lolos ke Champions League dan bahkan mungkin memenangi sebuah gelar."

    Meski begitu, Mancini menampik anggapan yang menyebut laga Fulham lawan City sebagai pertarungan pribadi antara dirinya dengan Hughes.

    "Saya tak tahu apakah Mark Hughes punya sesuatu yang harus dibuktikan, tapi Minggu ini adalah Fulham lawan Manchester City, bukan Mancini lawan Hughes,'' kata Mancini.

    "Mungkin laga ini berarti lebih dari itu, saya tak tahu. Tapi, saya yakin mereka (Fulham) akan selalu berusaha meraih kemenangan tak peduli melawan Manchester City atau Newcastle United yang mereka hadapi Sabtu pekan lalu,'' kilah Mancini.

    Mancini juga menolak tudingan dirinya sebagai pencuri pekerjaan orang lantaran bernegosiasi dengan City saat Hughes masih resmi sebagai pelatih di klub itu musim lalu.

    "Inilah kehidupan kami. Kehidupan seorang manajer,” kata Mancini. "Hari ini kita bisa berada di sini. Besok kita bisa berada di klub lain. Jika seorang manajer tak bisa menerima kenyataan ini, ia tak bisa melakukan pekerjaan ini. Dunia ini penuh dengan pelatih sepakbola.''

    SOCCERNET | A. RIJAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.