Bayern Berharap Roma Gunakan Strategi Sama  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Louis van Gaal. AP/Vadim Ghirda

    Louis van Gaal. AP/Vadim Ghirda

    TEMPO Interaktif, Roma - Pelatih Bayern Muenchen Louis Van Gaal berharap AS Roma tetap menggunakan pola permainan yang sama seperti saat mereka bertanding di pertemuan pertama Liga Champions, September lalu.

    Bayern saat itu memenangkan laga 2-0 yang membuat pelatih AS Roma Claudio Ranieri dikritik oleh para pendukungnya atas strategi permainannya yang penuh kehati-hatian.

    Van Gaal sangat menyadari meskipun Roma harus mendapatkan poin penuh saat berlaga di kandang sendiri, Rabu (23/11) malam, namun Bayern yakin bisa mengatasi permainan lawannya. "Saya tidak berpikir mereka akan bermain berbeda dengan cara yang mereka lakukan di Munich," katanya, Selasa (22/11).

    Karenanya ia mengharapkan taktik yang sama tetap digunakan Roma, meskipun mungkin dengan komposisi pemain yang berbeda yang akan tampil lebih baik. "Setelah sesi latihan malam ini saya akan menunjukkan pemain saya rekaman pertandingan itu," ujar Van Gaal.

    "Ini bukan strategi permainan sepak bola yang saya suka, tapi itu tidak berarti bahwa Anda tidak bisa menang. Segala sesuatunya bisa saja terjadi dan mendapat hasil yang bagus dengan bermain seperti itu," dia menambahkan.

    Bayern yang kini sudah memastikan lolos ke babak berikutnya, hanya perlu hasil seri saat melawan Roma nanti untuk bisa terus memimpin grup. Namun Van Gaal tak cukup puas dengan hasil seperti itu dan akan berupaya memenangkan laga lagi.

    "Kami ingin tampil baik dan tidak akan mudah melawan tim Roma yang performanya membaik," kata bekas pelatih Barcelona ini. "Pertandingan besok adalah penting untuk kepercayaan diri kami, untuk membantu kita menumbuhkan keyakinan di Bundesliga kita."

    FOOTBALL-ITALIA l BASUKI RAHMAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.