Pengalaman Riedl Melatih Laos Jadi Modal Penting  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alfred Riedl. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Alfred Riedl. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Pengalaman pelatih nasional sepakbola Indonesia, Alfred Riedl, menanggani tim Laos pada persiapan SEA Games 2009 lalu menjadi modal penting bagi tim Merah Putih. Informasi yang dimiliki Riedl menjadi senjata ampuh menaklukkan Laos di laga kedua Kejuaraan Sepakbola ASEAN (Piala AFF) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (4/12) besok.

    Walaupun pada pertandingan sebelumnya Indonesia sukses membungkam Malaysia 5-1, Christian Gonzalez tidak boleh menganggap remeh Laos. Tim besutan pelatih David Booth itu telah membuktikan timnya layak diperhitungkan dengan menahan imbang tim terkuat di grup A, Thailand dengan skor 2-2.

    Pada pertemuan terakhir Indonesia-Laos di SEA Games tahun lalu, Indonesia takluk 0-2. Dua gol itu semuanya dicetak, penyerang Lamnao Singto di menit ke 66 dan 76. Kala itu, Riedl yang menjadi pelatih Laos. Berkat kepiawaian Riedl pula, Laos berhasil maju ke semifinal bersama Singapura, karena selain menang atas Indonesia juga berhasil menahan imbang Myanmar (1-1) dan Singapura (0-0).

    “Permainan Laos sudah berkembang, tapi saya merasa tim Indonesia lebih bagus. Dan saya menginginkan Indonesia menang,” kata Riedl usai latihan di lapangan tim nasional PSSI, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (3/12).

    Riedl mengaku kondisi timnya saat ini cukup bagus. Kecuali Arif Suyono yang mengalami cedera ringan di selangkangan kanan, pemain yang lain semuanya dalam kondisi fit. Mantan pelatih Austria ini mengatakan ada kemungkinan ia kembali menurunkan susunan pemain sama dengan saat menghadapi Malaysia.

    Pada pertandingan melawan Laos, Riedl menyuruh pemainnya mewaspadai pergerakan Lamnao. Penyerang yang menjadi kunci kemenangan Laos atas Indonesia di SEA Games tahun lalu ini masih menjadi ancaman Indonesia. Selain itu, rekan duetnya, Khampeng Sayavutthi.

    Apabila, Riedl masih mempertahankan susunan pemain seperti ketika menghadapi Malaysia, maka duet Gonzalez dan Irfan Bachdim akan kembali menjadi ujung tombak. Sayap kiri masih mengandalkan Oktovianus Maniani dan di sayap kanan Muhammad Ridwan.

    Sebagai gelandang tengah, bercokol Ahmad Bustomi dan Firman Utina. Sebagai benteng pertahanan, ada Zulkifli, Maman Abdurahman, Hamka Hamzah, dan Muhammad Nasuha dengan kipernya Markus Horizon.

    Oktovianus bertekat akan mengeluarkan penampilan terbaiknya saat melawan Laos lebih dari ketika menghadapi Malaysia. “Saya tidak akan berpikir mencetak gol, tetapi berpikir memberi umpan asist yang bagus agar teman lain bisa mencetak gol dan Indonesia menang,”kata pemain asal Papua ini. Ia sangat optimistis tim merah putih bisa menang atas Laos.

    Untuk persiapan menjelang pertandingan, Gonzalez dan rekan-rekannya akan bersama-sama melihat penampilan Laos yang berhasil menahan imbang Thailand pada pertandingan kemarin. Menurut asisten pelatih Indonesia, Wolfgang Pikal, setelah melihat pertandingan Riedl akan mengadakan analisis.

    Menurut Pikal, pertandingan melawan Laos adalah pertandingan penting. Apabila bisa menang, tiket semifinal sudah jelas ada di tangan. Untuk itu, Riedl juga mengingatkan pada para pemain tidak boleh terlalu fokus menyerang tetapi juga harus fokus bertahan.

    Pelatih Laos, David Booth berpendapat sama. Pertandingan melawan Indonesia akan menjadi pertandigan penting bagi timnya. Setelah sukses menahan imbang Thailand, Booth ingin tim asuhannya menaklukkan Indonesia.

    “Menghadapi Indonesia, saya akan memikirkan bagaimana caranya kami bisa bermain mdah dan mempersulit serangan mereka. Saya melihat tim Indonesia seperti Thailand, sehingga kami akan berupaya sekuat tenaga,”kata pelatih asal Inggris ini.

    Booth mengaku persiapan yang mereka lakukan menjelang pertandingan melawan Indonesia sama dengan persiapan menghadapi Thailand. Ia menilai Indonesia dan Thailand sama-sama berusaha main ngotot untuk bisa menang.

    RINA WIDIASTUTI | EZTHER LASTANIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.