Inggris Berencana Jatuhkan Blatter

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sepp Blatter. TEMPO/ Nickmatulhuda

    Sepp Blatter. TEMPO/ Nickmatulhuda

    TEMPO Interaktif,London:Gagalnya Inggris menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 membuat kesal FA. Otoritas sepak bola tertinggi di Negeri Pangeran Charles itu berencana melakukan revolusi gerakan bawah tanah yang bertujuan menggeser posisi Presiden FIFA Sepp Blatter dan membuat proses pencalonan tuan rumah lebih demokratis.

    Seorang pejabat tinggi FA akan mulai menguji kesetiaan anggota FIFA untuk melakukan perubahan. Ini akan dilakukan Sekretaris Jenderal Alex Horne yang akan mengontak pihak-pihak yang diyakininya akan mendukung ide perubahan yang dilancarkan pihaknya. Itu termasuk kepada otoritas sepak bola di Amerika Serikat dan Australia, yang kalah dari Qatar untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 dan juga Spanyol serta Portugal yang gagal menjadi host PD 2018. Horne juga akan mendekati pihak lainnya.

    Namun FA diklaim tidak berminat menjadi pemimpin gerakan mosi tak percaya terhadap Blatter. Mereka berharap anggota FIFA lainnya yang kehilangan kepercayaan bisa menjadi pemimpin gerakan ini.

    Blatter kemungkinan besar akan kembali maju dalam pemilihan presiden FIFA tahun depan. FA di lain pihak akan mencari penantang yang dinilai bisa menjadi lawan setara untuk mengalahkannya dalam pemilihan suara.

    FA menuding Blatter telah menyetir delegasi FIFA untuk tidak memilih Inggris. Menurut rumor yang beredar Blatter mengatakan kepada delegasi sebelum pemilihan: “Ingat apa yang media Inggris lakukan, terkait dugaan jual beli suara tuan rumah Piala Dunia yang dibocorkan harian The Sunday Times.”

    Toh, FA meyakini akan sulit menjatuhkan Blatter dari posisinya, yang terlihat tak tergoyahkan sejak terpilih pad 1998. Namun mereka berharap bisa menemukan kawan di antara negara yang kalah dalam pemilihan tuan rumah.

    Chuck Blazer, wakil AS yang juga menjabat sebagai anggota Komite Eksekutif FIFA) Exco), juga mendukung reformasi dalam tubuh badan yang dikelolanya. “Pada awal proses, saya berpikir anggota komite eksekutif adalah badan yang tepat untuk memilih siapa tuan rumah Piala Dunia. Namun pada akhirnya karena alasan politis dan pertimbangan lainnya, saya pikir kami mungkin harus melihat pada cara lain untuk melakukannya,” katanya, Ahad (5/12).

    Untuk menjadi tuan rumah tadinya ditentukan setiap negara dengan mendapat satu suara. Namun itu berubah setelah suara yang ditentukan komite eksektuif pada 1983. Anggota Esco FIFA akan bertemu pada 2 Maret mendatang dan diyakini akan menggulirkan ide-ide reformasi dalam pemilihan tuan rumah Piala Dunia.

    TELEGRAPH | bagus wijanarko


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.