Tiket Indonesia Lawan Filipina Bisa Dipesan Mulai Senin  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Andika Wahyu

    ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Masyarakat pecinta sepak bola yang ingin menyaksikan pertandingan semifinal Indonesia versus Filipina pada 16 dan 19 Desember, sudah bisa memesan tiket mulai Senin (13/12). Pemesanan bisa dilakukan melalui online atau langsung ke loket di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

    Laman situs resmi PSSI menyebutkan jumlah tiket yang akan dicetak mencapai 70.725 lembar, yang dibandingkan jumlah tiket babak penyisihan meningkat 10 ribu lembar. Merujuk pada tingginya antusias masyarakat pencinta bola pada tiga pertandingan sebelumnya, harga tiket pun dinaikkan.

    Harga tiket dimulai dari Rp 50 ribu untuk tribun. Untuk kategori II yang berada di belakang gawang naik dari Rp 75 ribu menjadi Rp 100 ribu. Tiket kategori naik 50 persen dari Rp 100 ribu menjadi Rp 150 ribu.

    Untuk kelas VIP Timur yang sebelumnya disebut kategori I akan dijual dengan harga Rp 250 ribu padahal sebelumnya hanya seharga Rp 150 ribu. Kenaikan tertinggi pada tiket VVIP dari Rp 250 ribu menjadi Rp 500 ribu.

    Harga tiket baru diputuskan setelah Komite Eksekutif PSSI menggelar pertemuan tertutup bersama Ketua Umum PSSI Nurdin Halid di ASEAN Room Hotel Sultan, Jumat (10/12).

    Pada penyelenggara semifinal ini, Komite Organisasi Lokal (CEO) Indonesia, Joko Driyono, mengaku tidak mendapatkan subsidi dari FIFA sebesar US$ 250 ribu seperti ketika penyelenggara babak penyisihan kemarin. Hal ini menjadi salah satu alasan menaikkan harga tiket.

    Pengumuman harga tiket sebelumnya sempat mengalami penundaan sampai setengah hari dari rencana karena sebagian kubu Filipina mengajukan banding tentang keputusan dua laga tandang dan kandang di gelar di Jakarta.


    PSSI-FOOTBALL.COM | RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.