Sehari Bersama Irfan Bachdim  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Irfan Bachdim (kiri) dan Cristian Gonzales. ANTARA/ Andika Wahyu

    Irfan Bachdim (kiri) dan Cristian Gonzales. ANTARA/ Andika Wahyu

    TEMPO Interaktif, Jakarta -“Aku terlahir bersama dengan sepak bola. Ayahku selalu berkata, aku tidak bisa berjalan, aku hanya bisa berlari dan menendang bola. Jadi, saya berpikir saya harus menjadi pemain sepak bola.” Ungkapan ini keluar dari mulut Irfan Bachdim, salah satu striker debutan tim nasional Indonesia yang kini memiliki penggemar luar biasa. Penampilannya di lapangan bak sebuah sihir tersendiri bagi para remaja yang kemudian langsung tergila-gila padanya. Jumat (10/12), Tempo mencoba melihat sedikit aktivitasnya menjelang dan saat latihan bersama rekan-rekannya.


    Pukul 12.10

    Lagoon Tower Hotel Sultan, Jakarta
    Tidak ada yang istimewa pada Lobi Lagoon Tower Hotel Sultan saat itu. Tampak aktivitas para tamu dengan kesibukannya tersendiri. Ada yang mengurus administrasi di meja penerima tamu, ada yang menanti rekannya, atau sekadar berbincang dengan kolega.

    Namun, situasi berubah saat seorang pria muda dengan pakaian kasual, celana jins biru dan kaos berwarna abu-abu, keluar dari lift hotel siang itu. Dikenal sebagai pria bernama Irfan Bachdim, pria itu langsung dikerubuti para wartawan yang memang telah gundah menantinya sejak pagi. Para pekerja hotel pun langsung memanfaatkan kesempatan untuk berfoto bersama.

    Irfan Bachdim memang menjadi nama yang begitu berdengung terutama di kalangan para remaja perempuan. Striker debutan tim nasional Indonesia itu langsung menjadi idola setelah tampil di babak penyisihan piala AFF 2010. Lahir di Amsterdam, 22 tahun lalu, Irfan mengaku selalu bermimpi untuk bisa bermain untuk Indonesia. “Saya seorang keturunan Indonesia, dan saya bangga menjadi orang Indonesia. Itulah sebabnya saya mau bermain (sepak bola) di Indonesia,” katanya.

    Kesempatan itu sebenarnya sudah dinantikan oleh putra dari Noval Bachdim – pemain Persema Malang di era 1980-an sejak lama. Kesempatan itu hampir datang di tahun 2006 silam saat tim nasional U-23 berlatih di Belanda untuk mempersiapkan diri menjelang Asian Games Doha, Qatar. Irfan ikut berlatih bersama beberapa kali sebelum akhirnya dia mengalami cedera dan tidak melanjutkan latihannya.

    Keseriusan Irfan untuk kembali ke Indonesia muncul lagi setelah kontrak dengan klub Belanda, HFC Haarlem, habis di awal tahun 2010. Setelah upayanya untuk masuk Persija Jakarta dan Persib Bandung kandas, Irfan akhirnya dikontrak klub yang pernah membesarkan ayahnya, Persema Malang, sejak Agustus 2010 silam. Tak lama berselang, Irfan telah masuk dalam tim nasional.

    Pilihan pelatih Alfred Riedl seperti tidak salah sama sekali setelah Irfan membuktikan diri dalam laga melawan Malaysia dan Laos di babak penyisihan piala AFF 2010 dengan menyumbangkan dua gol. Dan itu sudah cukup untuk menjadikannya idola baru di dunia persepakbolaan Indonesia. Mendadak memiliki fans yang cukup banyak, Irfan mengaku tak terganggu. “Dukungan dari mereka semua justru membuat saya terus terpacu untuk bermain lebih baik lagi,” katanya.


    Pukul 13.30

    Kolam Renang Hotel Sultan

    Satu konsekuensi yang harus didapatkan Irfan sebagai bintang baru di lapangan adalah ekspos media massa terhadapnya. Seusai menghilang sebentar dari hotel, Irfan kembali dengan janji dengan salah satu majalah Indonesia untuk sesi foto dan wawancara. Sesi foto dan wawancara berlangsung sekitar satu jam dan dilanjutkan dengan wawancara dari media lainnya yang juga telah menantikannya.

    Irfan pun menyadari bahwa hal itu menandakan bahwa publik Indonesia juga memiliki ekspektasi besar akan penampilan selanjutnya di babak semifinal nanti. “Saya melihatnya sebagai sebuah motivasi. Meskipun kita tak mungkin selalu bermain bagus, (Lionel) Messi saja kadang bermain jelek. Tetapi, saya selalu ingin bekerja keras dan memberikan yang terbaik untuk negara ini,” kata pemilik mata berwarna coklat itu.

    Keberhasilan tim nasional di piala AFF 2010 kini menjadi satu-satunya tujuan utama Irfan. “Saya akan fokus lebih dari 100 persen karena saya ingin sekali membantu tim menjadi juara,” katanya. Dan Irfan pun tidak ingin bermimpi dulu untuk melonjakkan karir di daratan Eropa seperti salah satu teman baiknya, Ryan Babel yang sudah bergabung dengan Liverpool sejak tahun lalu. “Saya memang tidak sebagus dirinya, jadi saya juga lebih ingin menjalani semuanya setahap demi setahap. Sekarang saya fokus pada AFF dan kita lihat lagi nanti akan yang akan datang kemudian,” imbuhnya sambil sedikit tertawa.

    Ryan dan Irfan memang menunjukkan keakraban mereka dalam jejaring sosial twitter. Keduanya, yang pernah bermain bersama di AFC Ajax Amsterdam, saling memberikan dukungan melalui cuit-cuit mereka di twitter. Di mata Irfan, dukungan dari Ryan akan menjadi satu semangat tersendiri baginya. Apalagi menurut Irfan, Ryan juga menunjukkan performa yang luar biasa di Liverpool. “Dia selalu bermain dengan sangat bagus, dan saya sangat bangga karena dia adalah teman saya,” katanya.


    Pukul 16.00

    Lapangan Latihan Sepakbola Tim Nasional, Senayan

    Kepopuleran Irfan sebagai bintang sepakbola begitu tampak saat dia bersama rekan-rekan satu timnya berlatih di lapangan latihan timnas. Puluhan orang telah berkerumun di sekitar pagar lapangan dan banyak dari mereka merupakan remaja-remaja. Teriakan histeris “Irfaaaannnn..” langsung terdengar saat dia keluar dari bis dan juga di sepanjang latihan. Para penggemar Irfan pun setia menanti sampai pertandingan usia dan langsung menyerbu idolanya itu.

    Keberadaan lelaki bertampang “indo” itu memang memberikan warna tersendiri bagi tim nasional. Jika sebelumnya kegiatan latihan tim yang juga diperkuat para bintang lainnya seperti Bambang Pamungkas, Firman Utina, dan Maman Abdurachman tak pernah menjadi perhatian, kini telah berubah. Perubahan itu juga yang sempat membuat Alfred Riedl cukup kerepotan dan menerapkan kebijakan baru, tidak ada sesi wawancara dan foto-foto bagi seluruh anak asuhnya, termasuk Irfan.

    Larangan itu tampaknya disambut baik oleh Irfan, dalam twitternya Irfan menyatakan “Sorry peepz that i could not make pics after the training.But i wanna thank you for the great support. Your all are my spirit to win the AFF [Maaf jika saya tidak bisa berfoto bersama setelah latihan, Tetapi, saya ingin berterima kasih untuk dukungan yang luar biasa. Kalian semua merupakan semangat saya untuk bisa menjuarai piala AFF].” EZTHER LASTANIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.