Gonzales: Gol Ini Tugas Negara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Christian Gonzales. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Christian Gonzales. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Christian Gonzales adalah penyelamat muka tim nasional sepak bola Indonesia. Sundulannya menjadi penentu kemenangan Irfan Bachdim dan kawan-kawan atas Filipina dalam pertandingan semifinal pertama Piala AFF 2010 di Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis, 17 Desember 2010.

    Gonzales mengaku gol yang diciptakan dipersembahkan untuk masyarakat Indonesia. "Ini adalah tugas negara. Jadi gol yang saya diciptakan untuk masyarakat Indonesia yang terus mendukung timnas," katanya Gonzales usai pertandingan.

    Pemain yang baru saja menjadi warga negara Indonesia itu mampu menciptakan gol ke gawang Filipina yang dikawal oleh Neil Leonard Dula pada menit 31, setelah mendapatkan umpan terukur dari Firman Utina. Neil adalah kiper yang "diimpor" dari Liga Primer Inggris dari klub Fulham. Dia adalah kiper ketiga.

    "Pertandingan melawan Filipina adalah pertandingan sangat berat," kata Gonzales. Pertahanan lawan cukup ketat sehingga memperkecil peluang untuk menciptakan gol.

    Gol tunggalnya telah mempermudah langkah Indonesia untuk ke final Piala AFF. Dia mengaku sangat bangga. "Pokoknya saya senang sekali," kata pemain kelahiran Uruguay yang saat ini memperkuat tim Persib Bandung.

    Dengan tambahan satu gol ke gawang Filipina, pemain yang akrab dipanggil El Loco itu telah membukukan dua gol selama gelaran Piala AFF 2010. Gol pertama Gonzales tercipta ke gawang Malaysia di babak penyisihan.

    Peluang untuk menambah gol di Piala AFF 2010 bagi El Loco masih terbuka lebar. Karena masih ada pertandingan semifinal kedua, Minggu, 19 Desember 2010. Jika menang maka Indonesia berhak lolos ke final yang akan digelar tanggal 26 dan 29 Desember.

    ANT | BS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.