Tuntut Tanggung Jawab, Ratusan Calon Penonton Geruduk PSSI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antri tiket. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Antri tiket. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Kekisruhan menjelang laga kedua semifinal Piala AFF 2010 di kompleks Gelora Bung Karno Senayan terus berlanjut. Kali ini giliran ratusan calon penonton menyambangi kantor PSSI yang berada di areal stadion.

    "Kupon ini buat apa, kenapa dibagikan kalau akhirnya tidak bisa ditukarkan?" teriak Jumino, warga asal Wonogiri, Jawa Tengah, di depan kantor PSSI, Ahad  (19/12) siang.

    Jumino dan ratusan calon penonton lainnya menggeruduk kantor tempat kerja Ketua Umum Nurdin Halid dengan stafnya, meminta PSSI bertanggung jawab karena kupon dari PSSI tidak bisa ditukar tiket.

    Jumino menunjukkan tiket basi Indonesia versus Thailand bertanggal 7 Desember, beserta dua lembar uang Rp 50 ribu dan selembar Rp 100 ribu. "Kami bukan ingin minta tiket gratis, kami ingin beli," katanya. Jumino mengaku mendapat tiket basi itu dari PSSI Sabtu kemarin, "Kalau bawa tiket ini akan diprioritaskan, tapi ternyata loket tutup," tambahnya.

    Penggerudug lain, Jeki Amir, berteriak lebih keras. "Jangan permainkan kami!" katanya. Jeki merasa dipermainkan dengan janji yang tidak pasti. Warga daerah Lubang Buaya, Jakarta Timur, ini menginginkan kepastian dari PSSI. "Kalau tidak ada, ya sudah kami akan pulang," katanya.

    Jeki dan ratusan calon penonton yang merasa tertipu mengaku telah diombang-ambingkan petugas keamanan. "Kami tanya ke petugas pintu satu, disuruh ke pintu dua, terus begitu makanya kami datangi kantor PSSI," tambahnya. Mereka mencoba bertahan di depan PSSI memaksa loket penjualan tiket dibuka.

    Kondisi lebih baik dialami Dedy Iskandar. Warga Ciputat ini akhirnya berhasil mendapatkan tiga lembar tiket kategori II, Rp. 100 ribu yang berada di belakang gawang setelah antre panjang di loket penjualan tiket di depan pintu masuk PSSI. "Saya sudah bolak-balik loket penjualan tiket ini sebanyak tiga kali,"kata Dedy.

    Dedy cukup cerdik. Karena maksimal hanya diperbolehkan membeli dua tiket, ia pun merayu pengantre di depannya yang hanya membeli satu tiket. Hasilnya, tiga tiket ia genggam. "Tapi masih butuh tiga lagi untuk teman-teman," kata dia.

    Loket penjualan tiket yang berada di depan pintu masuk PSSI mulai dibuka pukul  09.00. Tetapi hanya sekitar satu jam tiket kategori II (Rp 100 ribu) dan kategori I (Rp 150 ribu), ludes terjual. Loket kembali dibuka sekitar pukul 11.30 WIB, tetapi kurang dari sejam tiket yang disediakan pun ludes.

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.