Polisi Derek Mobil di Ringroad Stadion Utama

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya menderek mobil-mobil yang parkir di sekitar Stadion Utama Gelora Bung Karno. Ringroad Stadion Utama tersebut memang tidak boleh menjadi tempat parkir penonton saat berlangsungnya pertandingan Piala AFF Suzuki 2010.

    "Parkiran ringroad Stadion Utama harus steril," kata Kepala Biro Operasional Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sujarno saat ditemui di lokasi pertandingan, Ahad (19/12). Jika berani parkir di sana, polisi akan menderek kendaraan itu.

    Sujarno menjelaskan, kendaraan yang diperbolehkan masuk dan parkir di jalan empat lajur ini hanya kendaraan pengamanan, mobil pemadam kebakaran, ambulans, kendaraan panitia, serta kendaraan tamu VVIP, termasuk kendaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

    Penonton pertandingan, kata Sujarno, bisa memarkir kendaraannya di beberapa area parkir di dalam Kompleks GBK. "Tempat parkir banyak. Bisa juga parkir di FX, Plasa Senayan, tapi bayar," ujarnya tertawa.

    Untuk mengamankan jalannya pertandingan semifinal kedua antara Indonesia dengan Filipina, pukul 19.00 nanti, Polda Metro Jaya mengerahkan sekitar 4.500 personel. Sujarno menyebutkan, jumlah ini lebih banyak dari personel pengamanan di pertandingan-pertandingan sebelumnya.

    "Karena hari Minggu, personel yang di hari-hari biasa dibagi untuk pengamanan unjuk rasa, bisa all out untuk mengamankan pertandingan," katanya. Personel-personel ini telah dibagi untuk berjaga di dalam dan di luar Kompleks GBK.

    Sujarno menjabarkan, ada 2.200 personel yang disiagakan di dalam kompleks. Mereka masih terbagi di dalam Stadion Utama serta ring-ring yang mengitarinya. Sementara, personel lainnya bertugas menjaga arus lalu-lintas di jalan-jalan sekitar Senayan.

    PUTI NOVIYANDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.