Bachdim dan Yongki Bersaing Untuk Dampingi Gonzales

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Irfan Bachdim .TEMPO/Aditia Noviansyah

    Irfan Bachdim .TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Dua striker muda, Irfan Bachdim dan Yongki Ari Bowo bersaing untuk menjadi tandem Cristian Gonzales dalam laga pertama final piala AFF 2010 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia.

    Pelatih tim nasional Indonesia Alfred Riedl menyatakan bahwa saat ini dirinya memang sedang melakukan seleksi. "Saya sudah memberitahu ke mereka berdua, siapa pun yang menunjukkan hasil bagus dalam latihan bakal dipilih menjadi pemain inti," katanya saat ditemui seusai sesi latihan pagi di Lapangan Latihan Timnas, Senayan, Selasa (21/12).

    Dalam latihan kali ini, Yongki masih tergabung bersama tim inti yang menjalani latihan-latihan ringan. Salah satu jenis latihan yang dijalani adalah permainan oper bola-bola lambung. Penjaga gawang utama, Markus Haris Maulana pun tampak turut serta dalam latihan itu dan tidak berlatih di depan gawang.

    Sementara itu, Irfan bersama dengan para pengisi bangku cadangan menjalani program latihan yang lebih berat. Dalam beberapa kesempatan latihan pola serangan, Irfan tampak kecewa di saat dirinya tak mampu mencetak gol ke dalam gawang yang dikawal oleh Kurnia Mega ataupun Ferry Rotinsulu. Pemain berdarah Belanda-Indonesia tampak langsung menundukkan kepada ataupun berdiri kaku di depan gawang sebagai ungkapan kekecewaannya.

    Irfan tampaknya ingin bisa kembali bergabung bersama para pemain inti, setelah sempat sama sekali tidak diturunkan dalam pertandingan Indonesia melawan Filipina di laga penentuan babak semifinal piala AFF 2010 akhir pekan lalu.

    Riedl tidak menurunkan Irfan akibat cedera pangkal paha yang menderanya. Adapun saat ini cedera itu sudah tidak lagi menghantui Irfan yang tampil gesit sepanjang latihan.

    EZTHER LASTANIA
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.