Rully Nere Nilai Bonus Tidak Sebagai Politisasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rully Nere. TEMPO/Arnold Simanjuntak

    Rully Nere. TEMPO/Arnold Simanjuntak

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemain legendaris sepak bola Indonesia Rully Rudolf Nere tidak menganggap pemberian bonus Rp 6 miliar kepada Tim Nasional sebagai langkah politis. "Itu bagus, anak-anak pasti merasa dihargai," ujar Rully, Selasa (21/12).

    Dia meminta berbagai pihak untuk tidak mengaitkan bonus itu dengan politik. Meski Aburizal Bakrie memegang posisi tertinggi di Partai Golkar, dan adiknya, Nirwan Dermawan, adalah Ketua Badan Timnas Perserikatan Sepak Bola . "Harusnya berterima kasih, bukan dipolitisir," kata Rully,  53 tahun. "Takutnya, nanti malah tidak ada yang mau kasih bonus lagi."

    Selama putra Papua ini memperkuat Merah-Putih 1977-1989, dia hampir tidak pernah tersiram bonus. Satu-satunya bonus yang dia terima adalah saat menjuarai SEA Games 1987. "Kami dapat satu juta dari KONI (Komite Nasional Olahraga Indonesia), bukan dari PSSI," katanya.

    Menurutnya, kebanyakan pihak lebih sering memberi janji, namun kosong realisasi. "Ini malah bagus, tidak janji apa-apa, langsung memberi begitu ada prestasi," ujar pelatih Pro Titan Medan ini.

    Pemberian bonus, mantan gelandang ini melanjutkan, tidak berdampak negatif bagi Pasukan Garuda. "Malah bisa jadi motivasi tambahan."

    REZA M


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.