Apa Kata Pemain Timnas Soal Bonus Rp 2,5 Miliar Itu?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Timnas Sepak Bola Indonesia berpose bersama keluarga Bakrie dan PSSI di rumah Aburizal Bakrie, Menteng, Jakarta, Senin (20/12). TEMPO/Yosep Arkian

    Timnas Sepak Bola Indonesia berpose bersama keluarga Bakrie dan PSSI di rumah Aburizal Bakrie, Menteng, Jakarta, Senin (20/12). TEMPO/Yosep Arkian

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Membicarakan masalah bonus tampaknya menjadi hal yang tabu di kalangan pasukan Garuda. Meski sudah mendapatkan uang segar sebesar Rp 2,5 miliar setelah memastikan lolos ke final, banyak dari mereka memilih menutup mulut.

    Arif Suyono, pemain yang disebut sebagai sang pembawa keberuntungan tim sepanjang perjalanan tim di piala AFF 2010 bungkam tentang masalah bonus. Begitu juga dengan sang pembawa kemenangan, Cristian Gonzales. "Saya tidak mau pikir-pikir masalah itu, yang penting saya main saja untuk kejayaan Indonesia," kata pemain yang dikenal dengan julukan El Loco itu.

    Gonzales mengaku dirinya bahkan juga sama sekali tidak mau mengetahui secara pasti jumlah nominal bonus yang bakal berada dalam genggamannya. "Yang jelas akan langsung saya berikan kepada istri saya dan membuatnya dia untuk mengaturnya," katanya.

    Berbeda dengan dua rekannya itu. Yongki Ari Bowo malah blak-blakan soal bonus itu. Striker muda yang kini bermain di Arema Indonesia itu sudah sangat yakin bakal memanfaatkan bonus yang didapatkan untuk mengembangkan bisnis sapi potong. "Saya sedang merintis usaha sapi potong dengan ayah dan abang saya di kampung," kata pemain kelahiran Tulungagung 21 tahun lalu itu.

    Yongki berharap agar bonus yang didapatkannya itu bisa menjadi modal yang cukup untuk mengembangkan usahanya tersebut. "Lumayan sekali untuk menambah-nambah modal," ujarnya.

    Setelah lolos ke babak final, Yongki dan rekan-rekannya mendapatkan bonus sebesar Rp 2,5 miliar. Mereka juga telah dijanjikan untuk bisa mendapatkan tambahan bonus sebesar Rp 3 Miliar jika bisa menjuarai piala AFF.

    EZTHER LASTANIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.