Garuda Indonesia Tambah Penerbangan Angkut Fans Tim Nasional  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Andika Wahyu

    ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia menyiapkan penerbangan tambahan khusus untuk pendukung Tim Nasional Indonesia yang hendak berlaga final piala AFF 2010 di Stadion Bukit Jalil Kuala Lumpur Malaysia. Pelaksana Harian Vice Presiden Corporate Communication Garuda Tri Poetra I Sakti mengatakan Garuda Indonesia menyiapkan pesawat berbadan lebar Boeing 747-400.

    "Ini merupakan bagian dari rencana 1.000 kursi yang disiapkan Garuda Indonesia sebagai respon dan dukungan atas permintaan para suporter yang ingin memberikan dukungan langsung dan mengawal tim kesayangan saat berlaga di Stadion Bukit Jalil," kata Tri Poetra dalam keterangan persnya, Rabu (22/12).

    Pesawat Boeing 747-400 berkapasitas 42 kelas eksekutif dan 386 kelas ekonomi tersebut direncanakan diterbangkan dari Jakarta hari Minggu (26/12) pukul 10.00 WIB, tiba di Kuala Lumpur pukul 13.00 LT, dan setelah pertandingan usai, pesawat akan diberangkat kembali dari Kuala Lumpur pukul 23.00 LT dan tiba di Jakarta pukul 24.00 WIB.

    Selain itu, Citilink Garuda Indonesia juga menyiapkan 2 pesawat tambahan dari Surabaya untuk membawa suporter asal Surabaya ke Kuala Lumpur untuk menyaksikan pertandingan tim kesayangan. Dari Jakarta, Citilink juga berencana memberangkatkan satu pesawat ke Kuala Lumpur sebagai penerbangan ekstra.

    "Penerbangan tersebut merupakan penerbangan tambahan atas dua penerbangan reguler antara kedua kota menggunakan Boeing B-737-800," kata Tri Poetra. Pesawati berkapasitas 150 tempat duduk itu masing-masing berangkat pada pukul 08.45 WIB dan 17.10 WIB.

    Tak hanya pesawat, Garuda Indonesai juga menyiapkan transportasi bus dari airport ke stadion Bukit Jalil pulang balik. Maskapai juga berkoordinasi dengan Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur dalam hal pembelian tiket pertandingan bagi penumpang. Garuda Indonesia menawarkan harga khusus tiket penerbangan “one day trip” tersebut dibanderol harga mulai US$ 156 sekitar Rp 1,4 juta.

    AGUS SUPRIYANTO | ROSALINA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.