Tolak Pengosongan Mess Persebaya, Bonek Unjuk Rasa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah bonek, suporter Persebaya Surabaya memasang spanduk berisi protes mereka terhadap PSSI di Taman Bungkul, Surabaya. Para bonek melakukan protes dengan memasang sejumlah spanduksebagai aksi protes terhadap keputusan KOmisi Banding PSSI yang mengharuskan Persebaya melakukan tanding ulang melawan Persik Kediri dan menjatuhkan denda 250 juta kepada Persebaya. TEMPO/Fully Syafi

    Sejumlah bonek, suporter Persebaya Surabaya memasang spanduk berisi protes mereka terhadap PSSI di Taman Bungkul, Surabaya. Para bonek melakukan protes dengan memasang sejumlah spanduksebagai aksi protes terhadap keputusan KOmisi Banding PSSI yang mengharuskan Persebaya melakukan tanding ulang melawan Persik Kediri dan menjatuhkan denda 250 juta kepada Persebaya. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO Interaktif,Surabaya:Sekitar ratusan suporter Bonekmania Persebaya Surabaya menggelar unjuk rasa. Aksi ini dilakukan sebagai penolakan mereka untuk mengosongkan mess bagi pemain Bajul Ijo atau yang lebih dikenal sebagai Wisma Eri rianto.

    Dengan mengenakan seragam khas berwarna hijau, suporter kesebelasan Persebaya itu melakukan orasi, bernyanyi, dan meneriakkan yel-yel. Selain itu mereka membawa berbagai spanduk yang menolak pengosongan mess Persebaya.

    Wali Kota Surabaya, Tri Risma Harini, telah mengeluarkan surat nomor 593/6611/436.6.17/2010 perihal penyerahan kembali tanah dan aset pemerintahan Kota Surabaya. Pemkot memberi tenggat hingga 31 Desember untuk mengosongkan mess tersebut.

    Selama ini mess dihuni oleh pemain Persebaya versi Liga Primer Indonesia (LPI) di bawah kepimpinan Saleh Ismail Mukadar.

    Salah seorang perwakilan Bonekmania, Andri Peci, mengatakan alasan pengambilalihan aset Pemkot sangat mengada-ada. "Mess ini telah lama menjadi bagian Persebaya," ujar dia.

    Bonekmania kata dia menolak surat penggosongan mess yang dikeluarkan Walikota Surabaya. "Kalau mereka memaksa mengosongkan mess, kami siap jadi pagar hidup," ujar dia.

    Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Mukhlas Udin, mengatakan selama ini mess yang digunakan Persebaya tidak ada perjanjian hukumnya. Padahal aset itu kata dia milik Pemkot Surabaya.

    Ia mengatakan Pemkot Surabaya hanya melakukan penertiban aset sesuai tuntutan Badan Pemeriksa Keuangan. "Mereka boleh menggunakan mess tersebut jika ada perjanjian yang jelas apakah menyewa, meminjam atau membeli," jelasnya.

    DINI MAWUNTYAS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.