Timnas Malaysia Akan Manfaatkan Mayoritas Penonton

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur - Pelatih tim nasional Malaysia, K. Rajagopal berharap banyaknya pendukung tim Malaysia saat laga pertama final Piala AFF 2010 melawan Indonesia di Stadion Bukit Jalil, Ahad (26/12), dapat menjadi dorongan kuat bagi skuadnya untuk bisa memenangkan pertandingan.

    "Ya, saya harus berterima kasih kepada fans. Mereka telah memberikan kita harapan. Mereka adalah angin segar untuk sepak bola Malaysia," kata Rajagopal, Kamis (23/12).

    Pendukung Malaysia saat leg pertama nanti mencapai 72.500 orang. Sedangkan tim Merah-Putih sesuai jatah tiket yang sudah ditentukan panitia setempat hanya mendapat bagian 15.500 lembar.

    Rajagopal mengakui bahwa banyaknya pendukung di stadion juga membawa berpengaruh terhadap keberhasilan timnya.
    Seperti saat Malaysia mengalahkan Korea Selatan 1-0 dalam laga persahabatan lima bulan lalu yang disaksikan 3.000 penonton Malaysia di Bukit Jalil. Contoh lainnya ketika Malaysia mengalahkan Vietnam 2-0 di leg pertama semifinal AFF lalu yang disaksikan 45.000 penonton Malaysia.

    "Para pemain kami membutuhkan semua dukungan untuk maju dalam karir sepakbola mereka. Ini adalah pemain generasi muda, yang bisa berjalan dengan kepala terangkat tinggi," ujarnya.

    Rajagopal meminta publik Malaysia percaya bahwa timnasnya sekarang ini bisa menjadi tim terbaik di Asia Tenggara dalam waktu empat tahun. "Kemudian, kita harus menaikkan peringkat untuk menjadi salah satu dari 16 top di Asia," katanya.

    Ia menambahkan pihaknya meminta para pendukung sepak bola Malaysia lebih sabar karena timnasnya saat ini sedang dalam proses membangun kembali tim. "Kami juga tengah melakukan upaya terbaik kami untuk meningkatkan kualitas permainan tim secara perlahan tapi pasti," ujarnya.

    THE STAR | BASUKI RAHMAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.