Tiket Ludes, Pengantre Geruduk PSSI Protes Nurdin Halid

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Upaya panitia lokal (LOC) penyelenggaraan Piala AFF 2010 untuk membenahi sistem penjualan tiket masih belum bisa membuahkan hasil memuaskan. Tiket untuk kategori I yang dijual pada Kamis (23/12) ini langsung ludes setelah sekitar lima jam loket dibuka.

    Namun, adanya nomor antrean yang dibagikan secara tidak terbatas membuat banyak pemegang nomor yang kecewa setelah mendapati loket sudah kehabisan tiket. Puluhan pemegang nomor antrean itu kemudian menyambangi kantor PSSI untuk mengajukan protes.

    Jika diperhitungkan, nomor antrean terhenti pada angka 400-an di setiap loket yang dibuka hari ini. Seperti diketahui, loket dibuka pada empat titik di sekitar pintu masuk kawasan Gelora Bung Karno, Senayan. Pada setiap titik terdapat empat loket yang bisa melayani pembelian tiket dengan jumlah maksimal lima tiket.

    Dengan jumlah itu, perhitungan kasarnya sudah terjadi transaksi penjualan untuk sekitar 32 ribu tiket. Ini sudah mendekati jumlah tiket yang disediakan untuk kategori I yaitu sebanyak 24 ribu tiket.

    Sejak awal, memang tidak ada pembatasan antrean di setiap loket yang menjual tiket. Ada loket yang melayani sampai antrean nomor 600-an. Para calon pembeli tiket yang telah mendapatkan nomor antrean ini pun menjadi bingung setelah kartu pengenal mereka yang diminta saat pengambilan nomor antrean juga belum dikembalikan.

    Hingga berita ini dilaporkan, para pemegang tiket masih memadati area pagar depan kantor PSSI. Mereka terus mengajukan protes dan bahkan berteriak "Nurdin turun!" sambil mencoba menerobos masuk ke halaman kantor PSSI.

    EZTHER LASTANIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.