Demi Timnas, Layar Videotron Iklan Diganti Tayangan Bola

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang seniman tato sedang membuat tato tempoter bergambar garuda di dada seorang pengemudi becak di City Walk Jalan Slamet Riyadi Solo. TEMPO/Andry Prasetyo

    Seorang seniman tato sedang membuat tato tempoter bergambar garuda di dada seorang pengemudi becak di City Walk Jalan Slamet Riyadi Solo. TEMPO/Andry Prasetyo

    TEMPO Interaktif, Surakarta - Sebagai bentuk dukungan kepada Tim Nasional yang berlaga di Piala AFF, layar videotron di Surakarta yang biasanya digunakan untuk media iklan, diganti dengan tayangan Final Piala AFF antara Indonesia-Malaysia yang akan bertanding Ahad (26/12).

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Surakarta Eny Tyasni Susana mengatakan penggantian ini merupakan bentuk dukungan warga Surakarta kepada Timnas. “Kami mengajak masyarakat nonton bareng untuk memberi dukungan kepada Timnas Indonesia,” katanya kepada Tempo, Kamis (23/12).

    Acara nonton bareng digelar pada 26 dan 29 Desember mulai pukul 18.30. Untuk keperluan itu, rencananya Jalan Adi Sucipto dari pertigaan Manahan hingga kantor Kepolisian Resor Kota Surakarta akan ditutup sementara.

    Eny menghimbau masyarakat untuk menghindari jalur di sekitar kawasan pertigaan dan Stadion Manahan agar tidak terjebak kemacetan. “Kecuali yang mau nonton bareng.”

    Salah seorang tokoh suporter di Surakarta, Mayor Haristanto, mengaku siap
    mengerahkan ribuan orang untuk menonton bersama di videotron. “Saya perkirakan ada 5 ribu orang yang datang,” katanya. Karenanya, ia meminta mereka yang datang agar membawa atribut Timnas, baik kaos atau bendera Merah Putih.

    Layar videotron berukuran sekitar 5 kali 10 meter dikatakannya akan memuaskan hasrat masyarakat Surakarta dalam mendukung Timnas. “Selama ini kita menonton lewat layar raksasa, sekarang ganti televisi raksasa,” ujarnya.

    UKKY PRIMARTANTYO
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?