Seorang Lelaki Tewas di Kerumunan Antrean Tiket Final AFF

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Seorang lelaki ditemukan tewas di tengah antrean pembeli tiket final Piala AFF di Pintu Tujuh Gelora Bung Karno, pagi ini. Seorang saksi mengatakan lelaki itu tewas ketika tengah duduk di bawah pohon.

    "Saya lihat orang itu tadi duduk tapi tau-tau meninggal," kata seorang saksi mata bernama Bayu, 15 tahun, di Pintu Tujuh Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (26/12).

    Bayu yang sedang mengantre tiket final Piala AFF di tempat tersebut mengatakan lelaki itu berusia sekitar 50 tahun. Orang itu, kata Bayu, tidak sedang mengantre tiket. "Saya enggak lihat dia ngantre," katanya.

    Seorang petugas di tempat tersebut, Inspektur Satu Kirmadi dari Polsek Tanah Abang membenarkan adanya lelaki yang tewas tersebut. "Ditemukan jam 10 tadi," katanya di lokasi.

    Namun, kata Kirmadi, lelaki tersebut tak memiliki identitas sehingga langsung dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. "Dia bawa karung berisi botol-botol aqua, kemungkinan tuna wisma," katanya.

    Antrean tiket Final Piala AFF sendiri mengular hingga 300 meter. Sejumlah pengantre mengeluhkan panitia yang dinilai tak becus. Yadi, salah satu pengantre di Pintu Tujuh, misalnya, mengatakan Panitia seharusnya menyediakan toilet umum. "Kami terpaksa kencing di rumput," katanya. Ia antre sejak subuh tadi.

    Ia juga mengatakan seharusnya panitia menyediakan tenda sehingga warga yang antre tiket tak kepanasan atau kehujanan. Pantauan Tempo, ribuan orang yang ingin membeli tiket memang terlihat kelelahan. Mereka berdiri dalam waktu yang lama dan ditimpa panas. Tak heran jika sekitar pukul 11.00 WIB tadi salah seorang dari mereka jatuh pingsan.

    DWI RIYANTO AGUSTIAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.