Robson Tolak Mundur Sebagai Pelatih Timnas Thailand

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bryan Robson. Foto:newshopper.sulekha.com

    Bryan Robson. Foto:newshopper.sulekha.com

    TEMPO Interaktif , Bangkok – Mantan pemain dan kapten timnas Inggris, Bryan Robson, menggelar jumpa pers Minggu (26/12) untuk menjelaskan alasannya menolak mundur dari jabatan pelatih timnas Thailand menyusul anjloknya penampilan tim Gajah Putih itu belakangan ini.

    Sejak Robson mengambil alih kursi pelatih dari Peter Reid pada September 2009, penampilan Thailand terlihat menurun. Ia gagal membawa Thailand lolos ke putaran final Piala Asia 2011, kegagalan pertama negara itu dalam 23 tahun terakhir.

    Thailand juga gagal lolos ke semifinal sepakbola SEA Games 2009 dan Piala AFF 2010 di mana mereka kalah 1-2 dari Indonesia, kekalahan pertama dalam 6 pertemuan terakhir kedua negara.

    Rentetan kegagalan itu mebuat berang publik sepakbola Thailand dan mereka menuntut Robson dan presiden Asosiasi Sepakbola Thailand mundur dari jabatannya.

    Tapi, Robson menolak memenuhi tuntutan tersebut. Ia berkilah keterpurukan Thailand disebabkan fromat baru dalam kompetisi liga di negara itu yang membuat para pemainnya terkuras dan kurang persiapan untuk membela timnas.

    Robson juga menampik kritikan yang menyebut dirinya terlalu banyak menghabiskan waktu sebagai komentator sepakbola di televisi dan sebagai duta Manchester United sehingga tak fokus melatih Thailand.

    “Sejauh ini saya adalah pelatih fulltime di sini,” katanya. “Orang-orang bilang saya terus bolak-balik ke Inggris atau Singapura untuk bekerja di televisi, padahal saya tak pernah meninggalkan Thailand dalam 6 bulan terakhir kecuali saat bertanding dan musim lalu saya menyaksikan 72 pertandingan liga lokal.”

    Robson malah berbalik mendesak agar sepakbola Thailand lebih terorganisasi dan ia yakin bisa memperbaiki penampilan timnya untuk menghadapi kualifikasi Piala Dunia 2014 yang akan dimulai tahun depan.

    “Semua orang di sini sangat bergairah terhadap olahraga ini dan semuanya sangat kecewa. Kami tak bisa memberikan apa yang diinginkan para fans. Tapi, masih ada harapan di sana, kami punya kemampuan itu.”

    REUTERS | A. RIJAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.