Politisi PKS: Masih Banyak yang Harus Diperbaiki di PSSI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Adri Irianto

    TEMPO/Adri Irianto

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) di bawah kepemimpinan Nurdin Halid dinilai perlu perbaikan secara menyeluruh. Demikian diungkapkan oleh Fahri Hamzah, politisi Partai Keadilan Sejahtera ketika dihubungi, Senin (27/12).

    "Sampai sekarang belum ada bukti bahwa PSSI yang memiliki prestasi. Kebanyakan prestasi itu dari pemain dan pelatih, bukan PSSI," ujarnya.

    PSSI bahkan disebutnya sebagai biang dari permasalahan kondisi persepakbolaan Indonesia saat ini. Hal itu dilihatnya dari manajemen organisasi dalam pelaksanaan pertandingan seperti penjualan tiket di stadion Gelora Bung Karno yang berakhir ricuh, kemarin.

    Selain itu, dengan diajaknya pemain tim nasional ke acara-acara yang tidak berhubungan dengan pertandingan, lanjut Fahri, juga menjadi perusak dari ketidakberhasilan timnas menekuk timnas Malaysia kemarin. Seperti diketahui sebelumnya timnas sempat diundang ke acara pengajian dan juga berkunjung ke rumah ketua umum Golkar Aburizal Bakrie hanya beberapa hari sebelum pertandingan.

    "Jangan dirusak oleh politik dengan lobi ke sana ke mari, kedepankan profesionalitas dan tingkatkan kemampuan pemain yang jadi kunci keberhasilan sepakbola kita," kata Fahri.

    Fahri menambahkan, meskipun sulit, ia masih tetap berharap timnas dapat mengulang keberhasilan mengalahkan Malaysia di babak sebelumnya. "Mudah-mudahan bisa dengan energi yang lebih besar dan tidak dibawah tekanan," ucapnya.

    Timnas sepak bola kemarin kalah telak 3-0 dalam pertandingan leg pertama melawan tim Malaysia di bukit Jalil, Malaysia. Pertandingan leg kedua akan berlangsung Rabu besok, 29 Desember di Stadion Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta.

    RIRIN AGUSTIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.