Final AFF, Polisi Kerahkan Pasukan Tiga Kali Lipat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suporter timnas Indonesia mengacungkan 6 jarinya seusai pertandingan Indonesia melawan Laos pada Grup A AFF Suzuki Cup 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Sabtu malam (4/12). Timnas Merah Putih menang telak 6-0 atas Laos. FOTO ANTARA/Andika Wahyu

    Suporter timnas Indonesia mengacungkan 6 jarinya seusai pertandingan Indonesia melawan Laos pada Grup A AFF Suzuki Cup 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Sabtu malam (4/12). Timnas Merah Putih menang telak 6-0 atas Laos. FOTO ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Kepolisian Daerah Metro Jaya mempersiapkan pengamanan 3 kali lipat pertandingan final piala AFF yang akan berlangsung Rabu, 29 Desember mendatang, dibanding jumlah personil di pertandinga semifinal sebelumnya. Pada babak semifinal 19 Desember lalu, Polda Metro mengerahkan anggota sekitar 3200 orang. Sedangkan di final leg kedua, pengamanan disiapkan sampai 9000 personil.

    "Personel di tribun ada 2400 orang. Setiap sektor ada seratus personel," kata Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Sutarman, di Markas Besar Polri, Senin (27/12).

    Keputusan Sutarman mengerah anak buahnya lebih banyak karena dia memprediksi situasi di final nanti akan rawan. Sebab, kondisi tim nasional yang dikalahkan tim Malaysia 0-3 telah membuat banyak calon penonton di Indonesia marah. Selain itu, kata dia, karena yang bertanding di final adalah tim nasional, maka semangat warga Indonesia lebih meluap. "Sehingga kami harus menyiapkan kekuatan yang cukup."

    Selain bertugas mengamankan penonton selama pertandingan, petugas juga akan memeriksa penonton dan bawaannya sebelum memasuki area Gelora Bung Karno. "Penonton yang datang berbondong-bondong akan kami periksa di jalan, penonton masuk ke area GBK kami razia, dan saat masuk lapangan utama kami periksa lagi," ujarnya.

    Pemeriksaan lapis tiga itu dilakukan untuk mengantisipasi penonton yang membawa petasan, kembang api, benda-benda tajam, dan laser. Kalau saat pertandingan ada penonton yang menyalakan benda-benda tersebut, Sutarman mengaku tidak segan-segan mengeluarkannya dari stadion. "Jadi jangan kita terpancing emosi. Kita tunjukan bahwa kita bangsa yang menghormati nilai-nilai sportivitas," ujarnya.

    CORNILA DESYANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.