Polisi Tidak Mengurus Spanduk Nurdin Mundur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta -Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Sutarman mengaku tak bisa melarang berkibarnya spanduk di area pertandingan piala AFF 2010. Menurut dia, pengibaran spanduk tersebut merupakan urusan masyarakat yang menonton pertandingan di Gelora Bung Karno. "Sekarang kan era keterbukaan. Polisi hanya mengamankan pertandingan," ujarnya di Markas Besar Polri, Senin (27/12).

    Pada pertandingan babak penyisihan piala AFF 2010 beberapa waktu lalu, sejumlah penontoh sempat mengibarkan spanduk yang meminta agar Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia, Nurdin Halid mundur dari jabatannya. PSSI pun meminta agar polisi menindak penonton yang membawa spanduk tersebut.

    Sutarman menolak anggapan bila polisi yang menjadi pemicu ricuhnya penjualan tiket. Selama ini, polisi telah memberi saran kepada pengurus PSSI agar tidak menjual tiket beberpa hari sebelumnya. Namun karena satu penonton hanya bisa membeli satu tiket. "Kalau seperti ini calo-calo akan beli banyak tiket."

    Sedangkan selama ini, pengurus PSSI menjual tiket lebih sedikit dari pada jumlah penonton yang mengantri. "Ini begitu satu jam yang antri masih 10.000 kemudian ditutup lagi ya ribut. Pemicunya itu penjualnya," ujarnya.

    CORNILA DESYANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.