Dokter Malaysia Klaim Laser Tidak Bahaya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Timnas Indonesia (putih) dan Timnas Malaysia. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Timnas Indonesia (putih) dan Timnas Malaysia. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur - Markus Harison terlihat jengkel. Kiper tim nasional sepakbola Indonesia itu protes kepada wasit. Ia kesal beberapa kali terkena sorot laser saat laga Indonesia melawan Malaysia dalam final Piala AFF 2010 kemarin malam. Pertandingan pun sempat dihentikan enam menit. 

    Selain mengganggu pandangan apakah sorot laser berbahaya bagi mata? menurut dokter mata asal Malaysia, Zahimi Chik sorot laser dalam pertandingan kemarin tidak berbahaya bagi mata. "laser itu jenis yang lemah, bukan laser yang dipakai untuk operasi," ujar Zahimi kepada kantor berita Malaysia, Bernama, Senin (27/12). 

    Zahimi menegaskan bila laser yang dipakai untuk operasi memang berbahaya bagi mata dan bisa merusak retina, tapi laser di dalam stadion Bukit Jalil adalah laser yang rendah. "Tidak mungkin penonton membawa laser yang bisa merusak penglihatan pemain," ujar dokter yang pernah bertugas di Rumah Sakit Mata Penang ini. 

    Zahimi menambahkan laser yang dibawa penonton adalah laser penunjuk, laser yang biasa dipakai saat mengajar atau presentasi. "Laser ini baru bahaya kalau disorot ke mata seseorang dalam jarak yang sangat dekat," ujarnya.   

    Tim sepakbola nasional Malaysia menang 3-0 atas Indonesia dalam pertandingan pertama final Piala AFF 2010 di Bukit Jalil tadi malam. Indonesia masih punya peluang untuk menang dalam laga kedua di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada 29 Desember 2010. 

    PGR  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.