Jika Tak Mau Berbenah, Nurdin Harus Mundur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Spanduk yang bertuliskan Turunkan Nurdin Halid saat pertandingan final Piala AFF Suzuki Cup 2010. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Spanduk yang bertuliskan Turunkan Nurdin Halid saat pertandingan final Piala AFF Suzuki Cup 2010. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO Interaktif, Semarang - Ketua PSSI Jawa Tengah Sukawi Sutarip menilai, desakan pelengseran Ketua Umum PSSI Nurdin Halid bukan tujuan utama. Yang terpenting adalah pengurus pusat PSSI harus bersedia berbenah diri memperbaiki kinerja, menerima masukan dari masyarakat.

    "Tuntutan mundur bukan semata-mata karena timnas Gagal juara di AFF, tapi kinerja PSSI selama ini yang tidak bagus," ujar Sukawi kepada Tempo, Kamis (30/12).

    Jika tidak ada komitmen dari pengurus PSSI untuk melakukan perubahan pada sisa waktu kepengerusan, maka mereka harus mundur. "Mekanismenya melalui Musyawarah Nasional luar biasa yang diajukan oleh klub dan pengurus PSSI daerah," tukas mantan Wali Kota Semarang ini.

    Beberapa hal krusial yang harus dibenahi PSSI, kata Sukawi adalah pembinaan sepak bola di daerah, mulai jenjang anak-anak, remaja, hingga profesional. "Selama ini pembinaan dan pencarian bibit dari bawah tak pernah dilakukan". Tak kalah pentingnya adalah pembinaan wasit dan pengelolaan liga yang profesional.

    Sukawi yang juga mantan ketua umum PSIS Semarang ini mempertanyakan gengsi juara liga jika prosesnya penuh keculasan, seperti wasit yang tidak independen, skor yang bisa diatur dan sebagainya. "Kalau menang dengan cara culas, apa yang dibanggakan?".

    Sukawi juga mengkritik tingginya biaya penyelenggaraan liga super. Tingginya mengikuti Liga Super memaksa klub untuk menyusu pada APBD, sementara hasil liga hanya dinikmati pengurus pusat PSSI. Alangkah lebih baik, lanjutnya, biaya liga dipermurah, dan anggaran yang ada untuk pembinaan pemain dari bawah.

    SOHIRIN 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.