Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

PSSI Dinilai Jadi Sarang Suap

image-gnews
Nurdin Halid. TEMPO/Arnold Simanjuntak
Nurdin Halid. TEMPO/Arnold Simanjuntak
Iklan

TEMPO Interaktif, Surabaya - Nurdin Halid bakal susah dilengserkan dari kursi Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia bila menggunakan mekanisme organisasi. "Satu-satunya jalan agar Nurdin turun adalah dengan menggunakan cara-cara non-prosedural," ujar Ketua Umum Persebaya Surabaya versi Liga Primer Indonesia, Saleh Ismail Mukadar, kemarin.

Aksi non-prosedural itu, misalnya, mendesak pemerintah agar membentuk PSSI tandingan. Cara lainnya, ujar Saleh, adalah meminta Aburizal Bakrie membujuk Nurdin agar bersedia lengser secara legawa. Saleh menilai cara kedua paling efektif.

Aburizal Bakrie--kini Ketua Umum Partai Golkar--dan keluarganya dikenal luas sebagai tokoh yang sejak lama memiliki perhatian pada pembinaan sepak bola di Indonesia. Dalam kesempatan menjamu tim Garuda di Piala AFF Suzuki Cup 2010 di rumahnya, misalnya, Aburizal menyumbangkan 25 hektare tanahnya di Jonggol, Bogor, Jawa Barat, untuk PSSI.

Menurut Saleh, ada cukup alasan bagi Nurdin untuk mundur. Sejak Nurdin memimpin PSSI tujuh tahun silam, ujarnya, tidak ada pencapaian yang menonjol. Prestasi tim nasional justru terus merosot. "Peringkat tim nasional di dunia juga makin menurun," kata dia.

Manajer Persema Malang Asmuri sependapat tentang ketakpiawaian Nurdin dalam memimpin PSSI. "Selama dua periode ini, PSSI tak memiliki prestasi cemerlang yang bisa dibanggakan. Di negara lain, pemimpin yang gagal pasti mundur. Malu," ujarnya.

Menurut Asmuri, bila Nurdin Halid tidak juga mundur secara sukarela, ia bisa dilengserkan dalam kongres PSSI, yang akan berlangsung pada April 2011.

Asmuri menyoroti buruknya pola pembinaan yang dilakukan PSSI di era Nurdin, sehingga tidak menghasilkan pemain nasional yang andal. "PSSI tidak melakukan pembinaan pemain usia dini, padahal inilah yang dilakukan di negara yang sepak bolanya maju," ujarnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pola kompetisi yang diselenggarakan PSSI, mulai Divisi Tiga hingga Indonesia Super League (ISL), juga tak profesional. Perangkat pertandingan, misalnya, tidak bekerja secara maksimal. Isu suap pun meruyak.

Indikasi adanya suap, kata Asmuri, berupa pemberian fasilitas dan uang saku oleh tim tuan rumah kepada wasit, hakim garis, serta perangkat pertandingan. Akibatnya, wasit dan perangkatnya tak bisa bertindak adil saat memimpin pertandingan. "Tuan rumah pun bisa pesan agar tendangan penalti dan lain-lain," ujarnya.

Bukti lain PSSI tak profesional adalah mundurnya sejumlah klub dari ISL ke Liga Primer Indonesia, seperti Persema Malang, Persebaya Surabaya, dan PSM Makassar.

Ketua PSSI Jawa Tengah Sukawi Sutarip menyatakan, yang memprihatinkan dari kinerja PSSI di era Nurdin adalah maraknya perbuatan culas dalam kompetisi. Ia prihatin atas merosotnya gengsi juara liga karena prosesnya penuh keculasan. "Kalau menang dengan cara culas, apa yang dibanggakan?"

Sukawi juga mengkritik tingginya biaya penyelenggaraan Liga Super, sehingga memaksa klub menyusu pada anggaran pemerintah daerah, sementara hasil liga hanya dinikmati pengurus PSSI pusat.

EKO WIDIANTO | SOHIRIN | KUKUH S WIBOWO

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Erick Thohir Buka Peluang Naturalisasi Emil Audero, tapi Tak Ingin Memaksa

19 jam lalu

Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan penjaga gawang Inter Milan Emil Audero. Sumber Instagram @erickthohir.
Erick Thohir Buka Peluang Naturalisasi Emil Audero, tapi Tak Ingin Memaksa

Erick Thohir memberi sinyal positif soal rencana naturalisasi penjaga gawang keturunan Indonesia, Emil Audero Mulyadi.


Soal Dugaan Match Fixing Laga Bhayangkara FC vs Persik Kediri di Liga 1, Ini Kata Erick Thohir

21 jam lalu

Ketum PSSI Erick Thohir. PSSI.org
Soal Dugaan Match Fixing Laga Bhayangkara FC vs Persik Kediri di Liga 1, Ini Kata Erick Thohir

Erick Thohir mengirim surat ke Komite Disiplin PSSI menanggapi laporan dugaan match fixing di laga Bhayangkara FC vs Persik Kediri.


Erick Thohir Ungkap Ada Tiga Calon Direktur Teknik PSSI, Salah Satunya dari Eropa

22 jam lalu

Ketua Umum PSSI Erick Thohir saat ditemui di Menara Danareksa, Jakarta Pusat, Jumat, 19 April 2024. TEMPO/Randy
Erick Thohir Ungkap Ada Tiga Calon Direktur Teknik PSSI, Salah Satunya dari Eropa

Ketua Umum PSSI Erick Thohir akan mewawancarai ketiga kandidat direktur teknik baru PSSI di Qatar.


Erick Thohir: Transformasi Sepak Bola Indonesia Masih Butuh Waktu

1 hari lalu

Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali saat ditemui di Menara Danareksa, Jakarta Pusat, Kamis, 14 Maret 2024. TEMPO/Randy
Erick Thohir: Transformasi Sepak Bola Indonesia Masih Butuh Waktu

Erick Thohir mengatakan PSSI melakukan sinkronisasi program kompetisi berjenjang sehingga mampu menciptakan komposisi Timnas Indonesia yang merata.


Hari Ulang Tahun ke-94 PSSI, Erick Thohir Ingin Ciptakan Sepak Bola Bersih dan Berprestasi

1 hari lalu

Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan penjelasan dalam rapat Exco PSSI bersama PT Liga Indonesia Baru (LIB) di Jakarta, Rabu, 3 April 2024. ANTARA/HO-Dok. PSSI
Hari Ulang Tahun ke-94 PSSI, Erick Thohir Ingin Ciptakan Sepak Bola Bersih dan Berprestasi

Pembenahan Timnas Indonesia menjadi fokus Ketua Umum PSSI Erick Thohir pada 2024. Apa lagi?


Timnas U-23 Indonesia Kalahkan Australia 1-0 di Piala Asia U-23 2024, Erick Thohir: Luar Biasa

1 hari lalu

Timnas Indonesia U-23 menghadapi Australia U-23 di pekan kedua babak penyisihan Grup A AFC U-23 Asian Cup. FOTO/X
Timnas U-23 Indonesia Kalahkan Australia 1-0 di Piala Asia U-23 2024, Erick Thohir: Luar Biasa

Kemenangan timnas U-23 Indonesia atas Australia itu membuat posisinya naik ke peringkat kedua klasemen sementara Grup A Piala Asia U-23 2024.


Erick Thohir Terpukau Tonton Timnas Indonesia U-23 Kalahkan Australia di Piala Asia U-23 2024

1 hari lalu

Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan penjelasan dalam rapat Exco PSSI bersama PT Liga Indonesia Baru (LIB) di Jakarta, Rabu, 3 April 2024. ANTARA/HO-Dok. PSSI
Erick Thohir Terpukau Tonton Timnas Indonesia U-23 Kalahkan Australia di Piala Asia U-23 2024

Apa kata Ketua Umum PSSI Erick Thohir setelah Timnas Indonesia U-23 mengalahkan Australia 1-0 di laga kedua Piala Asia U-23 2024?


Satgas Anti Mafia Bola Selidiki Pertandingan Liga 1 antara Persik Kediri dan Bhayangkara FC yang Berakhir 0-7

2 hari lalu

Akmal Marhali. Foto: Istimewa
Satgas Anti Mafia Bola Selidiki Pertandingan Liga 1 antara Persik Kediri dan Bhayangkara FC yang Berakhir 0-7

Satgas Anti Mafia Bola menyelidiki pertandingan Liga 1 Indonesia antara Persik Kediri versus Bhayangkara FC yang berakhir 0-7.


Mengenal Wasit Nasrullo Kabirov yang Diprotes oleh Erick Thohir

2 hari lalu

Nasrullo Kabirov. (Foto: Antara/AFC)
Mengenal Wasit Nasrullo Kabirov yang Diprotes oleh Erick Thohir

Keputusan kontroversial wasit Nasrullo Kabirov dalam laga pembuka Piala Asia U-23 2024 antara timnas Indonesia melawan Qatar


Piala Asia U-23 2024: Justin Hubner Gabung Jelang Lawan Australia, Erick Thohir Optimistis Timnas U-23 Indonesia Bangkit

2 hari lalu

Justin Hubner. pssi.org
Piala Asia U-23 2024: Justin Hubner Gabung Jelang Lawan Australia, Erick Thohir Optimistis Timnas U-23 Indonesia Bangkit

Dijadwalkan tiba di Qatar Kamis pagi, Justin Hubner jadi amunisi penting menjelang laga timnas U-23 Indonesia vs Australia di Piala Asia U-23 2024.