Ronaldinho Segera Tinggalkan Milan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ronaldinho. AP/Andres Kudacki

    Ronaldinho. AP/Andres Kudacki

    TEMPO Interaktif, Dubai - Kabar perpisahan AC Milan dengan Ronaldinho seperti bakal segera jadi kenyataan. Playmaker asal Brasil itu sudah mendapat ijin untuk melakukan pembicaraan dengan klub Brasil, Gremio.

    Milan tengah melakukan latihan paruh musim di Dubai. Namun, Minggu (2/12) kemarin, Ronaldinho meninggalkan ibu kota Uni Emirat Arab tersebut dan terbang ke kota Porto Alegre, markas Gremio, klub awal kariernya pada 1998-2001.

    "Dia akan tiba di Porto Alegre hari ini untuk bernegosiasi dengan Gremio. Tapi belum ada yang diputuskan. Setelah 10 tahun di Eropa kini saatnya pulang," kata agen yang juga saudara Ronaldinho, Roberto de Assis, Minggu (2/1).

    Ditambahkan sang kakak, jika Ronaldiho tidak mencapai kesepakan maka ia akan kembali berstatus sebagai pemain Milan. Selain Gremio, dua klub Brasil lainnya Flamengo dan Palmeriras juga tertarik dengan pemain yang dibanderol 8 juta euro oleh Milan tersebut.

    Meski kontrak belum ditandatangani, sepertinya mantan pemain terbaik dunia tiga kali itu tetap akan meninggalkan San Siro. Milan sudah mengatakan takkan memperpanjang kontrak mantan pemain Gremio, Paris St Germain (2001-2003), Barcelona (2003-2008) tersebut.

    "Saya menyesal kami tidak bisa mengembalikan dia ke permainan terbaiknya," kata pelatih Milan Maximilliano Allegri. "Secara potensi dia adalah yang terbaik di dunia. Semoga dia mendapatkan tahun yang bagus."

    Gremio, melalui wakil presiden Cesat Cidade Dias yakin bisa mendapatkan Ronaldinho. "Kami menunggu situasinya jelas. Semua akan selesai setelah 15 Januari," katanya. "Banyak yang berminat dengan dia, tapi kami memiliki arti buat dia. Kami yakin dia akan bergabung dengan kami."

    FOOTBALL-ITALIA | RAJU 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.