Riedl: Tidak Akan Membedakan Pemain Lokal atau Keturunan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Timnas Alfred Riedl (kiri) dan asisten pelatih timnas Wolfgang Pikal (kanan). ANTARA/Rosa Panggabean

    Pelatih Timnas Alfred Riedl (kiri) dan asisten pelatih timnas Wolfgang Pikal (kanan). ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Pelatih tim nasional Alfred Riedl menegaskan, dirinya tidak akan membedakan pemain dalam negeri dengan pemain keturunan dalam melakukan seleksi pemain untuk skuad Pra Olimpiade 2012 maupun SEA Games 2011. Pemain yang akan masuk skuadnya, kata Riedl, adalah pemain yang bagus.

    "Kami akan mengmbil pemain yang bagus, tidak peduli lokal maupun keturunan," kata Riedl usai seleksi tahap pertama di lapangan tim nasional, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (7/1).

    Pelatih asal Austria ini mengaku tidak mendapat tekanan dari pihak manapun dalam menentukan siapa-siapa yang masuk skuadnya. Sebanyak 19 pemain, baik lokal maupun keturunan, mengikuti seleksi tahap pertama. Mereka bersaing menunjukkan penampilan terbaiknya selama menjalani proses seleksi.

    Menurut Riedl, banyak faktor yang akan mempengaruhi penilaian terhadap pemain, seperti stamina fisik dan teknik individu. Dan yang tidak kalah penting, bagi Riedl adalah pemain itu harus mempunyai disiplin tinggi.

    Riedl menilai sebagian pemain yang mengikuti seleksi kali ini, sudah cukup bagus, tetapi ada beberapa yang masih kurang. Namun, penampilan ini belum bisa menjadi acuan karena masih hari ini. Para pemain masih memiliki kesempatan meyakinkan Riedl hingga Ahad (9/1).

    "Penanganan terhadap tim ini tidak akan berbeda dengan penangan tim nasional senior untuk Piala AFF kemarin," kata pelatih berusia 60 tahun ini.

    Deputi Teknis Badan Tim Nasional (BTN), Iman Arif menegaskan semua keputusan skuad tim nasional ada di tangan Riedl. Bagi pemain keturunan, seperti pemain New York Cosmos, James Zaidan, pemain klub Perancis FC Cannes, Andrea Bitar, kata Iman, apabila Riedl cocok dengan mereka barulah akan diproses naturalisasinya.

    Iman merencanakan akan bertemu dan berdialog secara terbuka dengan Manteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Patrialis Akbar mengenai rencana naturalisasi pemain. "Jadi setelah skuad diumumkan 17 Januari besok, kami bisa langsung menyerahkan berkas-berkas pemainnya agar bisa diurus cepat," kata Iman.

    Iman menambahkan, bagi pemain yang seharusnya seleksi tahap pertama tetapi belum bisa hadir karena cedera atau ada urusan lain akan diberikan kesempatan mengikuti seleksi tahap kedua 11-13 Januari. "Prinsipnya kami akan tetap memberikan kesempatan seluas-luasnya," kata Iman.

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.