Jelang Jamu Bandung FC, Persebaya Belum Kantongi Izin  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persebaya Surabaya. ANTARA/BAMBANG SUSENO

    Persebaya Surabaya. ANTARA/BAMBANG SUSENO

    TEMPO Interaktif, SURABAYA - Persebaya Surabaya versi Liga Primer Indonesia (LPI) hingga hari ini belum mengantongi izin dari kepolisian setempat untuk menggelar laga perdana melawan Bandung FC di Stadion Gelora 10 November Tambaksari, Senin malam (10/1).

     Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Dunda mengatakan, persiapan Persebaya menjamu Bandung FC telah berjalan 80 persen, termasuk mencetak 20 ribu lembar tiket untuk penonton kelas utama dan 18 ribu lembar kelas ekonomi. "Tinggal 20 persen yang belum, yaitu izin dari polisi," kata Dunda di Wisma Persebaya, Jumat (7/1).

     Dia mengatakan, saat ini panitia sedang melobi pihak kepolisian agar memberikan izin pertandingan tersebut. Dunda optimistis pada akhirnya ijin itu akan turun menjelang pertandingan digelar. "Saya yakin tak lama lagi ijin akan turun," ujar Dunda.

     CEO PT Pengelola Persebaya Liano Mahardika juga optimistis permasalahan izin akan selesai menjelang pertandingan digelar. Alasannya, Mabes Polri telah memberikan lampu hijau terselenggaranya Liga Primer Indonesia. "Soal ijin, polisi di sini tinggal menunggu waktu saja," tuturnya.

    Sementara itu Ketua Umum Persebaya versi LPI Saleh Ismail Mukadar akan mencukur habis rambutnya di Wisma Persebaya menjelang kick off babak pertama antara Persebaya versus Bandung FC.

    Tindakan itu, kata dia, merupakan pelaksanaan nadzar yang telah diucapkan selama ini. "Saya pernah bernadzar bahwa jika Liga Primer digelar, saka akan menggunduli kepala," ucap Saleh yang termasuk salah seorang yang membindani lahirnya Liga Primer Indonesia.

    KUKUH S WIBOWO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.