Siasati Perizinan, Persebaya Liga Primer Ganti Nama  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aji Santoso (depan. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Aji Santoso (depan. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO Interaktif, Surabaya - Persebaya Surabaya versi Liga Primer Indonesia akhirnya mengubah namanya menjadi Persebaya 1927. Pengubahan nama itu untuk menyiasati turunnya izin dari Kepolisian Daerah Jawa Timur saat menjamu Bandung FC dalam laga perdana mereka di Stadion Gelora 10 November Tambaksari, Senin (10/1).

    Sebelumnya, hingga Senin pagi tadi polisi tetap berkukuh tidak bersedia mengeluarkan izin keamanan dengan alasan rawan konflik karena ada dua nama klub Persebaya di Surabaya. Persebaya kubu yang lain saat ini sedang berlaga di kompetisi divisi utama.

    Dalam dialog dengan pengurus Persebaya LPI di Markas Polda Jawa Timur, Senin pagi, Wakil Kepala Polda Brigadir Jenderal Bambang Wahyono mengatakan ia hanya bersedia mengeluarkan izin pertandingan asal Persebaya versi LPI mau mengganti nama. "Tak masalah kita mengganti nama, justeru dengan nama Persebaya 1927 menunjukkan kita yang asli," kata Komisaris Utama PT Persebaya Indonesia Saleh Ismail Mukadar.

    Nama Persebaya 1927, kata Saleh, dipilih karena mengacu pada akta pendirian klub tersebut. Sebelumnya, kata dia, pengurus sempat menimbang-nimbang nama Persebaya Indonesia. "Tapi akhirnya kami memilih Persebaya 1927, karena secara historis Persebaya kami memang yang sah," ujar dia.

    Saleh sebenarnya kecewa dengan pengubahan nama itu. Sebab, menurutnya, selama ini dia berjuang agar nama Persebaya yang kini dipakai kubu Wastomi Suhari, bisa menjadi haknya. "Kami sebenarnya yang paling berhak memakai nama Persebaya karena telah berbadan hukum. Kalau sekarang ada klub yang pakai nama Persebaya, sebenarnya itu hanya abal-abal saja," kata Saleh.

    Dengan pergantian nama itu, kata Saleh, masalah izin keamanan sudah tidak ada persoalan. Persebaya 1927 siap menggelar pertandingan melawan Bandung FC pada pukul 18.30  nanti.

    KUKUH S WIBOWO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.