Keuangan Persisam Diharapkan Mandiri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persisam Putra Samarinda. TEMPO/Hariandi Hafid

    Persisam Putra Samarinda. TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO Interaktif, Samarinda - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Kalimantan Timur, menyerahkan sepenuhnya kepada Persisam Putra Samarinda untuk menentukan eksistensi pada kompetisi. Namun demikian, diharapkan Persisam Putra kelak tak lagi bertumpu pada bantuan keuangan daerah melainkan mampu mandiri.

    Wakil ketua DPRD Kota Samarinda, Sarwono, mengatakan sejauh regulasi membolehkan untuk mendukung persepakbolaan daerah tentunya bantuan keuangan akan terus dilakukan tapi disesuaikan dengan kemampuan daerah. Meski demikian kemandirian keuangan bisa menjadi alternatif menuju sepak bola Samarinda menjadi lebih maju.

    "Selama aturan membolehkan dan tak berkonsekuensi hukum, sah saja kalau pemda men-support demi kemajuan sepak bola," kata Sarwono, Selasa (11/1).

    Ia mengungkapkan untuk 2011, Pemda Samarinda tak membantu keuangan secara khusus untuk Persisam. Bantuan yang diberikan sebesar Rp15 miliar untuk KONI Kota Samarinda. Selanjutnya KONI yang akan membagikan dana tersebut untuk kebutuhan olahraga di Kota Tepian ini.

    Sarwono mengaku tahu jika saat ini ada kompetisi sepak bola di Tanah Air selain Indonesia Super Liga, yakni Liga Primer Indonesia. Ia juga tahu bahwa LPI tanpa ada bantuan APBD.
    "Itu kan pilihan, kalau teknis terserah Persisam untuk menentukan, tentunya sepanjang untuk kemajuan sepak bola di Samarinda," ujarnya.

    Menuju pendanaan mandiri, sebenarnya ada beberapa obyek yang bisa dilakukan Persisam. Menurut Sarwono, pertama pemanfaatan stadion yang notabene milik pemda. Dengan stadion bisa menambah pundi keuangan dengan memanfaatkan lahan parkir Stadion Segiri, tiket penonton, bahkan di Stadion Segiri ada beberapa gerai yang bisa disewakan. Selain itu opsi kedua katanya soal pendanaan pihak swasta.

    Ia menjelaskan dengan opsi ini pemda bisa memfasilitasi dengan kebijakan. Artinya pihak swasta di Samarinda seperti mal bisa menjadi obyek pendanaan untuk Persisam ke depan.
    "Sebenarnya aturan mulai mengarah pada pembatasan bantuan dana hibah, oleh karenanya Persisam mulai saat ini harus merumuskan langkah-langkah kreatif untuk menuju pembiayaan yang mandiri," ujarnya.

    Saat ini saja sedianya dana APBD yang diberikan tidak menjadi pembiayaan inti di Persisam. Dana hibah yang diberikan hanya menjadi perangsang bagi Persisam untuk menambah pundi-pundi pembiayaan dari sumber lain.

    FIRMAN HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.