Persema Tidak Lagi Rekrut Pemain  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persema Malang. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Persema Malang. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO Interaktif, Malang -  Persema Malang akhirnya memutuskan tidak lagi merekrut pemain baru. Keputusan diambil setelah dua pemain muda yang mengikuti seleksi tim nasional U-23, Reza Mustofa dan Joko Aribowo,  kembali ke Malang.

    Pelatih Persema Timo Scheunemann mengatakan, Reza Mustofa dan Joko Aribowo kembali berlatih di Stadion Gajayana bukan karena kemampuannya jelek, tapi lebih dikarenakan kedua pemain belia itu bermain di tim Laskar Ken Arok, julukan Persema, yang hijrah dari Liga Super Indonesia (LSI) ke Liga Primer Indonesia (LPI).

    “Tapi pulangnya mereka justru membuat kami bersyukur dan senang, karena krisis pemain akhirnya bisa kami atasi. Apalagi Abanda (Herman) segera pulang ke Malang,” kata Timo kepada Tempo, Kamis (13/1).

    Abanda sempat diancam Timo untuk segera pulang dari negaranya, Kamerun, setelah dua bulan di sana. Bekas pemain Persija Jakarta itu dikabarkan kesulitan mengurus visa kerja sehingga terlambat bergabung dengan Bima Sakti dan kawan-kawan.

    Memang, kata Timo, Persema kekurangan pemain jika Reza dan Joko diterima di tim nasional dan kekurangan pemain bisa mengganggu persiapan Persema menjamu PSM Makassar, 22 Januari nanti. Kekurangan pemain dialami setelah Persema mencoret empat pemain.

    Pitono, Dian Fachruddin, Fathurohman, dan Jeffry Dwi Hadi dicoret sebelum Persema hijrah ke LPI. Sudah begitu, Reza dan Joko dipanggil mengikuti seleksi pemain tim nasional.

    Idealnya, Persema diperkuat 25 pemain, tapi dengan 23 pemain saja sudah cukup bagi Persema untuk berlaga di LPI. Saat ini Persema berkonsentrasi menghadapi PSM. Seluruh pemain dalam kondisi fisik dan mental yang prima. Kepercayaan diri mereka sedang tinggi setelah menang telak 5-1 atas tuan rumah Solo FC di laga pembuka LPI di Stadion Manahan, Sabtu (8/1).

    Masalahnya, Timo mengaku, dia tidak mengetahui kekuatan PSM. Sejak ditinggalkan Robert Alberts, pelatih berdarah Belanda, kekuatan PSM menjadi misterius dan diyakini melebihi Solo FC, karena PSM aslinya juga eks klub LSI, sama dengan Persema. “Banyak pemain baru dan kabarnya mereka akan mengontrak pelatih baru asal Belanda,” kata Timo.

    Pelatih yang dimaksud adalah Wilhelmus Gerardus Rijsbergen alias Wim Rijsbergen. Wim bekas pemain nasional Belanda era 1974-1978, seangkatan dengan pemain legendaris Belanda, Hendrik Johannes Cruijff alias Johan Cruyff. Terakhir, di Piala Dunia 2006 di Jerman, Wim menjadi asisten Leo Beenhakker.

    Selain Persema dan PSM, klub LSI yang menyeberang ke LPI adalah Persibo Bojonegoro. Padahal ketiga klub ini sudah menuntaskan sekitar sembilan pertandingan di LSI dan bahkan PSM menempati peringat ketiga klasemen sementara Persipura dan Semen Padang.
    Setelah sukses menggasak Solo FC, Persema menjadi pemuncak klasemen LPI dengan poin 3. Namun, posisi Persema rawan tergusur setelah secara mengejutkan Batavia Union mampu mengalahkan tuan rumah Persibo Bojonegoro dengan skor 2-0.

    Abdi Purmono


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?