Barca Juara Paruh Musim

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • David Villa. AP/Manu Fernandez

    David Villa. AP/Manu Fernandez

    TEMPO Interaktif, Barcelona – Barcelona mempertegas status sebagai juara paruh pertama musim 2010/2011 dengan mengalahkan tamunya, Malaga, 4-1 di Nou Camp, Senin dini hari WIB. Kemenangan itu menambah koleksi poin El Azulgrana menjadi 52 dari 19 pertandingan, unggul 4 poin dari Madrid yang menduduki peringkat ke-2.  

    Ini musim ketiga beruntun Barca keluar sebagai juara paruh musim setelah 2008/2009 dan 2009/2010. Dan, ini merupakan pertanda bagus tim Catalan itu karena dalam kedua kesempatan itu mereka selalu jadi juara di akhir musim.

    Total, Barca telah 21 kali menjadi juara paruh musim yang 10 di antaranya berhasil dikonversi menjadi gelar juara di akhir musim.

    Kemenangan atas Malaga juga memungkinkan Barca mengukir rekor baru tak terkalahkan dalam 28 laga beruntun di seluruh kompetisi musim ini. Catatan ini melewati rekor mereka sebelumnya, tak terkalahkan dalam 27 laga beruntun yang dicatat skuad  Rinus Michels di musim 1973/1974.

    Seperti telah diprediksi sebelumnya, Barca tak menemui kesulitan berarti melawan Malaga yang merupakan penghuni papan bawah. El Barca bahkan langsung unggul 2 gol dalam 18 menit pertama lewat aksi Andres Iniesta dan David Villa.

    Pedro Rodriguez menambah 1 gol lagi di menit ke-36 untuk membawa barca unggul 3-0 di babak pertama.

    Di babak kedua, Barca kembali menguasai pertandingan. Tapi, mereka malah dikejutkan oleh gol balasan Malaga yang dicetak Duda dari tendangan bebas di menit ke-68.

    Meski begitu, skuad Pep Guardiola tak membiarkan lawannya bangkit dengan menjaringkan satu gol lagi di menit ke-74 lewat tendangan kaki kiri Villa untuk menuntaskan perlawanan Malaga sekaligus memastikan kemenangan ke-12 beruntun di La Liga.

    FCBARCELONA | A. RIJAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.