Salah Isi Formulir, Bologna Kehilangan Kiper Viviano  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Emiliano Viviano.  REUTERS/Francois Lenoir

    Emiliano Viviano. REUTERS/Francois Lenoir

    TEMPO Interaktif, Milan – Gara-gara salah tulis, Bologna harus kehilangan kiper Emiliano Viviano. Hal ini terjadi dalam proses lelang buta antara I Rossoblu dan Inter Milan, Sabtu (25/6).

    Kedua klub berbagi kepemilikan atas Viviano dan hingga deadline, Jumat (24/6), mereka gagal mencapai kesepakatan untuk memutuskan siapa yang akan berhak menguasai pemain itu sepenuhnya.

    Situasi itu memaksa digelarnya lelang buta di mana masing-masing tim mengajukan tawaran untuk membeli separuh dari hak kepemilikan atas pemain itu dalam amplop tertutup dan klub dengan tawaran tertinggi akan keluar sebagai pemenang.

    Sebenarnya, tawaran Bologna, 4,72 juta euro, lebih tinggi dari pada yang diajukan Inter, 4,2 juta euro. Tapi, direktur umum Bologana, Stefano Pedrelli, melakukan kesalahan fatal dalam mengisi formulir lelang itu. Ia mengira nilai tawaran itu ditulis dalam dua kolom berbeda pada formulir itu sehingga hanya menulis separuhnya, 2,35 juta euro.

    Akibatnya, Inter dinyatakan keluar sebagai pemenang dan ini kerugian besar buat Bologna karena mereka dikabarkan telah membuat kesekapatan untuk menjual pemain itu kepada AS Roma.

    “Dengan strategi yang sempurna, Bologna seharusnya bisa mendapatkan Viviano. Kemudian, anda semua tahu apa yang terjadi,” kata direktur klub Salvatore Bagni kepada Tele Radio Stereo.

    “Saya mengagumi Pedrelli dan saya tak marah kepadanya. Hal-hal seperti ini sulit dimengerti. Dengan hanya 10 menit tersisa, kami harus mengisi tiga formulir lelang  buta. Kami teburu-buru.”

    Berbeda dengan Bagni, Presiden Bologna, Albano Guaraldi, tampak sangat berang dengan kesalahan konyol tersebut.

    “Kami telah berusaha mengirim telegram ke pihak Lega untuk menjelaskan alasan di balik kesalahan fatal ini terutama saat ditulis oleh seseorang yang telah mengisi ratusan formulir seperti ini dalam kariernya,” kecam Guaraldi.

    “Kami terpeleset kulit pisang. Harus ada konsekuensinya karena seseorang yang yang telah melakukan kesalahan harus menebusnya.

    “Tak ada lagi yang harus dikatakan tentang hal itu. Ini kesalahan manusia yang sangat konyol.”

    FOOTBALL-ITALIA | A. RIJAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.