Persipasi Menolak Merger Jika Berubah Nama

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Batavia Union. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Batavia Union. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO Interaktif, Bekasi - Klub sepakbola kebanggaan masyarakat Kota Bekasi, Persipasi, menolak merger dengan Batavia Union karena tidak ingin berubah nama.

    Menurut Ketua Umum Persatuan Sepakbola Indonesia (PSSI) Cabang Kota Bekasi Rahmat Effendi, Persipasi telah menjadi ikon warga. "Persipasi itu kebanggaan," kata Rahmat Effendi kepada wartawan di kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bekasi, Selasa, 27 September 2011.

    Sebelumnya tersiar kabar bahwa Persipasi akan marger dengan salah satu klub Liga Primer Indonesia (LPI) Batavia Union. Merger dua klub dinilai saling menguntungkan; Persipasi memiliki sarana stadion tapi tidak memiliki pendanaan kuat, sebaliknya Batavia memiliki dana besar tapi tak memiliki home base.

    Merger, kata Rahmat, bisa dilakukan asalkan menguntungkan Persipasi. Syarat lainnya, atas kesepakatan manajemen klub. Karena alasan sudah menjadi ikon itulah, kata Rahmat, Pemerintah Kota Bekasi punya kewajiban membantu klub berjulukan Laskar Patriot, termasuk urusan pendanaan. "Tidak masalah dibantu APBD asalkan penggunaannya dapat dipertanggungjawabkan," katanya.

    Persipasi Kota Bekasi pada musim kompetisi 2011/2012 akan tampil di level 2. Hasil verifikasi yang dilakukan PSSI, stadion Patriot Bekasi tak memenuhi kriteria tampil di level tertinggi kompetisi sepakbola Indonesia.

    Ketua Harian Persipasi Aan Suhanda mengatakan infrastruktur stadion yang dimiliki Persipasi belum layak. Hampir semua sarananya tidak memenuhi kriteria ideal sebagai fasilitas klub level tertinggi, seperti tribun dan juga lapangan yang tidak rata.

    Fasilitas lainnya yang kurang adalah ruang ganti pemain dan fasilitas kamar mandi serta toilet. "Persipasi hanya bisa di level 2," katanya. Namun Aan optimistis sarana dan prasarana yang lebih baik bisa dibangun pada 2013 mendatang.

    Persipasi, kata Aan, membutuhkan dana awal Rp 6 miliar. Dana itu untuk kebutuhan hingga April tahun depan, dipakai untuk seleksi, gaji dan kontrak pemain, serta laga uji coba. Manajemen Persipasi kini menyeleksi 23 calon pemain asing dan lokal.

    Untuk kebutuhan pemain lokal Persipasi akan merekrut tiga pemain. Dua pemain asing yang membela Persipasi di musim kompetisi sebelumnya dipastikan mendapat perpanjangan kontrak, yaitu Stephen Negbe Mennoh yang bermain sebagai gelandang serang dan Morris sebagai libero. "Satu lagi kami cari striker asing," kata Aan.

    HAMLUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.