Penendang Penalti dengan Tumit Tewas Kecelakaan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Theyab Awana. REUTERS/Marko Djurica

    Theyab Awana. REUTERS/Marko Djurica

    TEMPO Interaktif, Dubai - Pemain sepak bola dari Uni Emirat Arab (UEA), Theyab Awana, yang menjadi perhatian besar di Internet setelah melakukan tendangan penalti dengan tumit, tewas dalam kecelakaan lalu lintas di Ibu Kota Abu Dhabi, Ahad lalu.

    “Theyab Awana telah meninggal Ahad malam dalam kecelakaan di Jalan Syekh Zayid, Abu Dhabi,” demikian pengumuman tertulis yang dikeluarkan Asosiasi Sepak Bola UEA, Senin, 26 September 2011.

    Awana meninggal setelah mobilnya bertabrakan dengan lori ketika pulang dari latihan di Al Ain. Ia mengikuti persiapan menjelang pertandingan penyisihan Piala Dunia melawan Korea Selatan pada 11 Oktober.

    Awana dipandang sebagai salah satu pemain muda paling berbakat. Pesepak bola dari klub lokal Bani Yas ini ikut mengantar tim U-18 UEA menjuarai Piala AFC pada 2008. Ia juga tergabung dalam tim saat mencapai perempat final Piala Dunia FIFA U-20 dua tahun lalu.

    Pemain tengah berusia 21 tahun itu menjadi berita utama ketika secara kontroversial menciptakan gol lewat titik penalti pada menit ke-78 saat Uni Emirat Arab menang 7-2 dalam laga persahabatan internasional lawan Libanon, Juli lalu.

    Awana menciptakan gol dan membuat timnya unggul 6-2. Ia mengambil ancang-ancang untuk menendang, tetapi kemudian berbalik 180 derajat dan menembak menggunakan tumit. Bola masuk pun ke dalam gawang lawan.

    Ia mendapat kartu kuning dari wasit Ali Hassan karena perbuatan antik itu. Pelatih UEA, Srecko Katanec, menariknya keluar lapangan, padahal Awana baru bermain sepuluh menit. Manajer tim, Ismail Rasyid, menyatakan cara menendang penalti seperti itu kurang sopan.

    Tendangan tumit Awana beredar luas di Internet dan dilihat jutaan orang melalui situs YouTube.

    CNN | THE NATIONAL | FAISAL ASSEGAF


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.