Aturan Kompetisi PSSI Diduga 'Copy Paste' dari AFC  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO Interaktif, Samarinda - Anggota Komite Eksekutif PSSI Erwin Dwi Budiawan menilai regulasi kompetisi yang diterbitkan PT Liga Prima Indonesia Sportindo untuk klub-klub di daerah janggal. Buktinya, kata Erwin, beberapa klausul dalam regulasi tersebut sangat tidak relevan jika diterapkan untuk kompetisi di Indonesia.

    Erwin mengungkapkan, regulasi tersebut dibagikan kepada klub dalam bentuk terjemahan bahasa Inggris. "Kenapa harus berbahasa Inggris? Bahasa Indonesia saja pemahamannya bisa beda," kata Erwin, Senin, 17 Oktober 2011.

    Ia menilai, terjemahan bahasa Inggris ini wajar jika PT Liga Prima membuat laporan kepada AFC sebagai badan sepak bola di tingkat Asia. Tapi jika untuk klub tak harus menggunakan bahasa Inggris.

    Kejanggalan lain yang mendasar, dia menambahkan, pada klausul kewajiban peserta kompetisi menyumbangkan 10 persen keuntungan dari penjualan tiket yang diserahkan langsung ke PT Liga Prima Indonesia Sportindo. "Apa-apaan ini?" katanya.

    Erwin juga mencermati kejanggalan menyangkut kewajiban leason officer (LO) yang wajib fasih berbahasa Inggris. Erwin mengaku tidak tahu niat dari PT Liga Prima soal klausul ini. Menurunt dia jika hanya untuk kompetisi dalam negeri tidak harus seluruh LO yang diwajibkan fasih.

    Klausul aneh lainnya adalah tuan rumah menyiapkan transportasi dan akomidasi bagi wasit. Dengan perincian transportasi, tuan rumah menyiapkan satu mobil jenis sedan dan satu unit mobil minibus. "Ini saya pernah membaca, klausul ini sama seperti regulasi kompetisi U-16 Kejuaraan AFC," katanya.

    Ia menduga, PT Liga Prima tidak menyusun sendiri regulasi kompetisi. Yang ada, menurut Erwin , kemungkinan PT Liga Prima hanya meng-copy paste regulasi dari AFC. "Ini dugaan saya karena saya pernah membaca aturan itu di kejuaraan AFC U-16," kata Manajer Timnas U-16 Indonesia ini.

    Ia mengungkapkan, sebenarnya masih banyak kejanggalan-kejanggalan lain yang ada pada regulasi kompetisi Indonesia saat ini. Kerena itu, jika memang itu diterakan, ia khawatir klub-klub di daerah keberatan.

    FIRMAN HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?