Komisi Disiplin PSSI Belum Tentukan Nasib Irfan Bachdim  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Irfan Bachdim. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Irfan Bachdim. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Komisi Disiplin PSSI belum memutuskan nasib Irfan Bachdim yang tak terlihat dalam beberapa sesi latihan tim sepakbola nasional U-23. Wakil Ketua Komisi Disiplin PSSI Catur Agus Saptono menyatakan pihaknya baru mendapatkan keterangan dari Irfan.

    "Kami tadi melakukan sedikit perbincangan, nanti hasilnya akan dilaporkan ke ketua (Komisi Disiplin) langsung," kata Catur saat ditemui di kantor PSSI, Selasa, 18 Oktober 2011. Catur menyatakan, Irfan mengaku sudah mendapatkan izin untuk tidak berlatih.

    "Dia (Irfan) mengaku sudah mendapatkan izin keterlambatan itu dan ada salah komunikasi dengan pelatih Rahmat Darmawan," ujar Catur. Irfan yang dimintai komentarnya memilih bungkam.

    Catur menyatakan, keterangan yang disampaikan Irfan itu akan menjadi catatan tersendiri. "Nantinya  diajukan ke Ketua Komisi Disiplin. Saya tidak berhak menentukan keputusannya. Nanti kita akan buat resume," ujarnya.

    Dia menambahkan, keputusan kini ada di tangan Ketua Komisi Disiplin Bernhard Limbong. "Apakah bisa dibawa dalam sidang komdis atau tidak. Karena kewenangan kami hanya sebatas meminta keterangan dari Bachdim," lanjutnya.

    Irfan Bachdim seharusnya menjadi bagian dalam tim nasional U-23 yang berkumpul sejak 3 Oktober lalu. Namun, dia tak kunjung muncul dalam sesi latihan ataupun beberapa partai uji coba. Dalam latihan kali ini, Irfan muncul di lapangan, namun tidak ikut berlatih. Koordinator Timnas PSSI Bob Hippy menyatakan pihaknya sudah tidak lagi memberikan kesempatan bagi Irfan untuk memperkuat Timnas U-23.

    EZTHER LASTANIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.