PSSI Gantung Nasib Persiwa dan Sriwijaya FC

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Puspa Perwitasari

    ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO Interaktif,Jakarta -Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) belum menentukan nasib Persiwa Wamena dan Sriwijaya FC berkaitan dengan keikutsertaannya dalam kompetisi Indonesia Premier League (IPL). Ketua Komite Kompetisi PSSI, Sihar Sitorus mengatakan, dua klub tersebut hingga saat ini belum melengkapi kekurangan dokumen. "Belum ada keputusan soal itu, kemarin Wijayanto yang mengkonfirmasi langsung di Jayapura," kata Sihar, saat dihubungi, Jumat, 4 November 2011."Coba tanyakan ke Widja."

    Sebelumnya CEO PT Liga Prima Indonesia Sportindo Widjayanto, menyerahkan nasib klub tersebut ke PSSI. Batas waktu pengembalian dokumen oleh seluruh klub peserta kompetisi LPI sampai dengan 26 Oktober lalu. Namun, karena ada tiga klub yakni Persiwa Wamena, Srijaya FC, dan Mitra Kukar yang dokumennya belum lengkap, maka PT Liga Prima memberi waktu sehari yakni 27 Oktober untuk melengkapi dokumen.

    Sihar menagatakan, dari tiga klub tersebut, yang sudah melengkapi berkas adalah Mitra Kukar. Klub asal Kalimantan ini telah mengembalikan formulir. Sedangkan dua lainnya hingga saat ini belum juga memasukan dokumen. "Jadwal dari penyelenggara, minggu depan akan memanggil klub dalam rangka pembahasan regulasi liga, dan kemudian manual kompetisi," ujarnya.

    Dia menegaskan, pihaknya akan tetap melakukan kick off pada 26 November nanti. Kompetisi ini tidak akan berpengaruh terhadap klub yang belum memasukan dokumen. "Tidak ada lagi penundaan, semua akan berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan," katanya.

    Sementara Wijayanto, saat mengumumkan klub yang ikut kompetisi beberapa hari lalu mengatakan, bagi klub yang tidak memasukan dokumen, maka dinyatakan tidak bisa ikut kompetisi. Karena itu, yang akan mengambil keputusan soal klub dokumennya belum lengkap adalah PSSI. "Yang akan mengambil sikap terhadap dua klub itu adalah PSSI," ujarnya.

    SAHRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?