Gol Bunuh Diri Selamatkan MU  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sir Alex Ferguson. AP/Jon Super

    Sir Alex Ferguson. AP/Jon Super

    TEMPO Interaktif, Manchester - Manchester United lolos dari lubang jarum setelah mendapatkan kemenangan lewat gol bunuh diri dari mantan pemainnya, West Brown. MU menang tipis 1-0 atas Sunderlandi di Old Trafford. Gol itu menyelamatkan muka MU juga Alex Ferguson yang sedang berulang tahun ke-25 masa kepelatihannya di Old Trafford.

    Brown tak sengaja menjebol gawang timnya sendiri pada akhir babak pertama. Saat itu, sebuah umpan silang dari Nani menerobos ke depan gawang. Brown berupaya menghalaunya, tapi bola malah melambung ke dalam gawang.

    Dengan hasil ini, MU untuk sementara harus puas di posisi dua di bawah Manchester City yang Sabtu malam bertanding melawan Queen Park Rangers. Posisi MU sebelumnya sempat didongkel oleh Newcastle United. MU mengoleksi poin 26.

    MU tampil membosankan. Tak ada serangan tajam. Wayne Rooney malah bermain sebagai gelandang. Mereka mencoba menekan lewat Javier Hernandez, Nani, dan Park Ji Sung. Tapi serangan MU kelewat tumpul.

    Sunderland malah berulang kali berhasil menekan MU. Pada menit 13, misalnya, umpan muka gawang membuat kemelut dan berbuah sepak pojok.

    Ferguson berupaya menambah serangan dengan memasukkan Berbatov dan Michael Carrick yang sudah sembuh dari cedera.

    Carrick berhasil membuat umpan matang untuk Hernandez yang berada di kotak penalti Sunderland pada menit 84. Sayang, umpan itu disia-siakan.

    Susunan Pemain:

    Man Utd: Lindegaard, Jones, Ferdinand, Vidic, Evra, Fletcher (Fabio 92'), Rooney, Park (Carrick 83'), Nani, Welbeck (Berbatov '73), Hernandez.

    Sunderland: Westwood, Bardsley, Brown, Turner, Richardson, Cattermole, Colback (Meyler 76'), Larsson, Wickham (Dong-Won 5'), Sessegnon (Elmohamady 76'), Bendtner.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.