Wasit Coba Bunuh Diri, Laga Bundesliga Ditunda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Dylan Martinez

    REUTERS/Dylan Martinez

    TEMPO Interaktif, Koln, Jerman – Laga Bundesliga antara FC Koln dan Mainz, Sabtu, 19 November 2011, terpaksa ditunda lantaran wasit yang seharusnya memimpin pertandingan itu ditemukan terluka setelah mencoba bunuh diri.

    Wasit yang bernama Babak Rafati itu ditemukan di kamar hotelnya dalam kondisi terluka tanpa ada tanda-tanda keterlibatan pihak lain. Demikian dilaporkan juru bicara Kepolisian Koln, Andre Fassbender. “Itu jelas terlihat seperti (sebuah percobaan bunuh diri).”

    Presiden Federasi Sepak Bola Jerman (DFB), Theo Zwanziger, mengatakan Rafati dalam kondisi stabil, tapi membutuhkan perawatan intensif dan akan tetap berada di rumah sakit untuk beberapa waktu.

    Menurut Zwanziger, ketiga asisten wasit melaporkan kepadanya bahwa mereka tak bisa menghubungi Rafati lewat telepon pada pukul 13.30 atau dua jam sebelum kickoff untuk melakukan persiapan jelang pertandingan.

    Ia juga tak menjawab saat pintu kamarnya diketuk sehingga mereka meminta staf hotel untuk membuka pintu kamar tersebut. Zwanziger mengatakan bahwa, “Rafiti ditemukan terbaring di bak mandi dengan banyak darah di sekitarnya."

    Belum ada penjelasan tentang hal apa yang menjadi motif percobaan bunuh diri tersebut.

    Lelaki berusia 41 tahun itu telah menjadi wasit DFB sejak 1997 dan telah memimpin pertandingan di Bundesliga sejak 2005. Ia tercatat telah memimpin 84 pertandingan di Bundesliga. Ia juga telah menjadi wasit FIFA sejak 2008.

    Pihak Koln mengatakan mereka tak bisa mendapatkan wasit pengganti lantaran waktunya yang sangat mendadak sehingga Liga Sepak Bola Jerman (DFL) memutuskan untuk menunda pertandingan setelah berkonsultasi dengan kedua klub.

    AP | A .RIJAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.