Pelatih Malaysia: Kami Menang Bukan Karena Nasib  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kiper Timnas Indonesia, Kurnia Meiga tergeletak usai gagal menghalau tendangan pemain Timnas Malaysia dalam adu pinalti laga final sepak bola SEA Games XXVI di Gelora Bung Karno, Jakarta (21/11). Garuda Muda harus puas dengan perolehan medali perak. TEMPO/Subekti

    Kiper Timnas Indonesia, Kurnia Meiga tergeletak usai gagal menghalau tendangan pemain Timnas Malaysia dalam adu pinalti laga final sepak bola SEA Games XXVI di Gelora Bung Karno, Jakarta (21/11). Garuda Muda harus puas dengan perolehan medali perak. TEMPO/Subekti

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Pelatih tim sepak bola Malaysia, Ong Kim Swee, mengatakan kemenangan timnya dari Indonesia dalam laga final SEA Games XXVI di Stadion Utama Gelora Bung Karno bukan karena nasib baik, melainkan hasil dari kerja keras tim. Selain itu, dia melanjutkan, mental para pemain menjadi kunci kemenangan timnya.

    "Kami berhasil mempertahankan emas ini membuktikan bahwa kemenangan pasukan Malaysia bukan karena nasib, tapi karena kami punya program yang baik dan dedikasi semua pihak," katanya usai pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin, 21 November 2011.

    Ong mengatakan, kesebelasan Malaysia sudah dipersiapkan sejak lama. Mereka juga dibantu para pemain yang pernah berlaga di final Asean Football Federation (AFF) tahun lalu. Selain itu, lanjut Ong, tim besutannya memiliki mental yang kokoh. "Pemain berhasil mengatasi situasi meski disorot dan disoraki penonton," katanya sumringah.

    Ia mencontohkan, para pemain sempat tertahan sekitar 40 menit di luar stadion karena padatnya penonton di sekitar Gelora Bung Karno. Sejumlah penonton juga sempat mengetuk-ngetuk kaca bus. Tapi, kata dia, para pemain tetap bisa menjaga tekad bermain. "Meski diketuk dengan kayu tapi pemain tetap fokus, membuktikan mental kami cukup kuat," ujarnya.

    DWI RIYANTO AGUSTIAR


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.