Arema Indonesia Telantar di Jayapura  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Arema Indonesia sedang menunggu di loby Hotel Aston, Kota Jayapura, Papua. TEMPO/Cunding Levi

    Pemain Arema Indonesia sedang menunggu di loby Hotel Aston, Kota Jayapura, Papua. TEMPO/Cunding Levi

    TEMPO Interaktif, Jayapura - Tim Arema Indonesia yang hendak menjalani pertandingan perdana di kompetisi Liga Prima Indonesia atau Indonesian Premier League IPL) telantar di Jayapura. Seperti diketahui kedatangan Arema bertujuan melawan Persipura Jayapura pada ajang IPL yang diselenggarakan PT Liga Prima Indonesia Sportindo pada Sabtu, 26 November 2011.

    Persipura Jayapura yang sudah memutuskan mengikuti Indonesian Super League (ISL) tidak menyambut kedatangan Arema. Tim Arema, Kamis 23 November 2011, harus menyewa tujuh taksi untuk mengangkut pemain dan ofisial dari Bandara Sentani Jayapura menuju Hotel Aston di Kota Jayapura, Papua.

    Tim Arema Indonesia tidak merasa sakit hati dengan penyambutan pihak Panpel Persipura karena Persipura ternyata berlaga di ISL. "Kami sama sekali tidak kecewa dengan semua ini. Kami datang ke Papua hanya untuk memenuhi jadwal pertandingan yang sudah dikeluarkan PSSI dalam kompetisi IPL," kata Media Officer Arema Indonesia, Noor Ramadhan, ketika ditemui wartawan di Hotel Aston yang menjadi tempat penginapan tim Arema Indonesia, Kamis sore, 24 November 2011.

    Noor mengatakan juga tidak mempermasalahkan laga lawan Persipura yang dibatalkan. "Jika tak bisa bertanding dengan Persipura ya itu tak menjadi masalah karena kami menjalani jadwal yang ada dari PSSI. Memang soal tak ada penyambutan ini kami sudah prediksi. Apalagi belum ada kepastian dari Persipura untuk main di IPL. Cuma, karena belum ada perubahan jadwal dari PSSI, mau tak mau kami tetap datang ke Papua," kata Noor.

    Menurut Noor, tim Arema Indonesia akan tetap di Jayapura hingga Selasa, 29 November 2011. Pada hari itu Nur Alam Syah dan kawan-kawan akan dijamu Persiwa Wamena di Stadion Mandala Jayapura. "Apabila kami tak bertanding dengan Persiwa itu bukan persoalan karena yang terpenting kami sudah memenuhi jadwal yang dikeluarkan oleh PSSI," katanya.

    Ketika disinggung mengapa memilih IPL, Noor mengatakan Arema Indonesia selalu memilih yang legal dan diakui PSSI. "Kemarin kami di ISL karena diakui PSSI dan sekarang kami memilih IPL karena diakui PSSI. Sedangkan mengenai pembagian saham, sudah ada revisi dari PSSI, yaitu 99 persen untuk klub dan satu persen untuk PSSI," katanya.

    CUNDING LEVI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.