Rapor Merah Keuangan PSSI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Auditor eksternal Deloitte memberikan rapor merah kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia periode Nurdin Halid. Audit dilakukan terhadap kebijakan-kebijakan keuangan yang diambil selama periode 2009-2010.

    "Hasilnya rapornya merah, kebakaran. Pengeluaran mulai dari pembelian, proses pembayaran, lalu penerimaan sponsor, donasi, dan seterusnya, dicek semua, itu hasilnya," kata Bendahara PSSI Zulkifli Nurdin Tanjung dalam jumpa pers di Kantor PSSI, Kamis, 24 November 2011.

    PSSI, kata Zulkifli, memang sengaja melakukan audit untuk menginventarisasi aset dan menata ulang sistem keuangan. Audit dilakukan karena tak ada serah terima dari pengurus lama ke pengurus baru. "Karena tidak ada proses serah terima. Tidak ada serang terima data-data pendukung keuangan," katanya.

    PSSI pun lalu menunjuk auditor internasional Deloitte, setelah melalui proses lelang, untuk mengaudit semua aset PSSI. Namun dalam perjalanan audit, pihak Deloitte ternyata tak bisa mengaudit PT Liga Indonesia dan Badan Liga Indonesia. Padahal keduanya adalah aset PSSI.

    Dengan begitu, Deloitte hanya melakukan audit terhadap PSSI. Semua kebijakan yang berkaitan dengan keuangan atau internal control review selama 2009-2010. Item-item yang diaudit antara lain kebijakan keuangan, tata kerja, dan prosedur-prosedur keuangan. "Hasilnya rapornya merah," ujarnya.

    Dari empat klarifikasi hasil audit, yakni efektif, perlu perbaikan, banyak kelemahan, dan sangat lemah, kata Zulkifli, hasil terakhir itulah yang diberikan auditor Deloitte kepada PSSI. Hasil ini belum termasuk audit terhadap PT Liga dan Badan Liga Indonesia karena kedua badan itu menolak diaudit. "Karena kami belum bisa masuk (mengaudit) ke sana," katanya.

    DWI RIYANTO AGUSTIAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.