Newcastle Menguji Keangkeran Old Trafford

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Newcastle United Sol Campbell (tengah) bersama rekannya menjalani sesi latihan.  AP/Scott Heppell

    Pemain Newcastle United Sol Campbell (tengah) bersama rekannya menjalani sesi latihan. AP/Scott Heppell

    TEMPO Interaktif, Newcastle – Manajer Newcastle United, Alan Pardew, meminta anak asuhnya mampu mengalahkan Manchester United pada laga lanjutan Liga Primer Inggris, Sabtu ini, 26 November 2011.

    Namun, sepertinya hal tersebut sangat sulit direalisasikan. Sebab, mereka akan bermain di hadapan ribuan pendukung The Red Devils, julukan MU. Terakhir kali Newcastle mampu mengalahkan MU di Old Trafford pada tahun 1972.

    Hingga kini, mereka tidak mampu meraih kemenangan lagi di sana. “Jika Anda pergi ke Old Trafford, Anda akan menghadapi para pemain berkualitas. Pastinya akan sangat-sangat sulit meraih kemenangan,” kata Pardew.

    Selain itu, pelatih berusia 50 tahun ini menilai laga tersebut akan sangat menyulitkan bagi anak asuhnya. “Ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit bagi kami.”

    Di samping itu, pertandingan kali ini juga menjadi ajang nostalgia bagi Gabriel Obertan dan Danny Simpson dengan mantan klubnya tersebut. Selama bermain bagi MU, mereka tidak mampu memikat hati Ferguson sehingga tidak mampu menembus jajaran pemain inti.

    “Ini adalah waktu yang baik bagi mereka berdua. Untuk kembali menunjukkan bahwa mereka telah tumbuh sebagai seorang pemain bola," terangnya.

    Dalam empat pertemuan terakhir sejak tahun 2008 hingga sekarang, Newscastle menelan dua kali kekalahan dari MU. Sedangkan dua pertandingan lainnya berakhir dengan hasil imbang.

    Saat ini, The Magpies, julukan Newcastle, berada di urutan keempat dengan mengoleksi 25 poin. Mereka tertinggal empat angka dari MU, yang bertengger di posisi kedua.

    DAILY MAIL | SINGGIH SOARES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.