Persipura: Stadion Mandala untuk LSI, Bukan LPI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Cunding Levi

    TEMPO/Cunding Levi

    TEMPO Interaktif, Jayakarta - Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Persipura Jayapura, Fahcrudin Pasolo, menegaskan izin penggunaan Stadion Mandala, Kota Jayapura, Papua, hanya untuk penyelenggaraan kompetisi Liga Super Indonesia (LSI), bukan untuk Liga Prima Indonesia (LPI).

    “Stadion Mandala Kota Jayapura siap menggelar kompetisi musim 2011-2012 dan segala persyaratan sudah dipenuhi hampir seratus persen. Tapi izin penggunaannya hanya untuk penyelenggaraan LSI, bukan untuk LPI,” kata Pasolo, Minggu, 27 November 2011.

    Menurut Pasolo, seluruh persiapan LSI di Stadion Mandala terkait pelaksanaan kompetisi mendatang sudah dipenuhi, seperti administrasi, izin dari pengelolah stadion, dan izin kepolisian. “Tapi, kompetisi yang akan diikuti Persipura hanya LSI,’’ katanya.

    Mengenai rencana PSM Makassar dan Persidafon Dafonsoro yang akan memakai Stadion Mandala Kota Jayapura sebagai lokasi laga di kompetisi IPL pada Minggu sore, 27 November 2011, menjadi persoalan di luar tanggung jawab Persipura.

    "Sesuai izin dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua selaku pengelola, Stadion Mandala hanya bisa digunakan kompetisi LSI, di luar itu bukan tanggung jawab kami,’” katanya.

    Ketua Umum Persipura Jayapura Benhur Tomi Mano sebelumnya juga sudah menegaskan bahwa tim Persipura di musim ini memutuskan ikut kompetsisi ISL, bukan kompetisi IPL.

    “Kami sejak awal posisi netral, baik terhadap LPI maupun LSI, tapi surat resmi tanda berkeberatan kami ke PSSI tak pernah digubris. Jadi kami putuskan ikut LSI,” katanya. Menurut Tomi, keberatan Persipura ke PSSI terkait pelaksanaan kompetisi LPI, di antaranya meminta jadwal diubah karena tak masuk akal dan cukup mepet antara pertandingan yang satu ke laga berikutnya. Juga soal jumlah peserta. “Kami ikut ISL karena hanya diikuti 18 klub dan sudah diakui AFC,” katanya.

    CUNDING LEVI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.