Tak Ada Restu PSSI, Persiba Berangkat ke Papua  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persiba Balikpapan. TEMPO/Firman Hidayat

    Persiba Balikpapan. TEMPO/Firman Hidayat

    TEMPO Interaktif, Balikpapan – Kesebelasan Persiba Balikpapan menjalani laga perdananya dalam kompetisi Liga Super Indonesia (ISL) ke Papua. Tim berjuluk Beruang Madu ini dijadwalkan menantang tim Persipura Jayapura pada 1 Desember 2011. “Sudah berangkat seluruhnya ke Papua,” kata Manajer Persiba, Jamal Al Rasyid, Senin 28 November 2011.

    Persiba membawa seluruh pasukan terbaiknya yang terdiri dari duet striker Aldo Baretto dan Kenji Adachihara serta Matsunaga Shohei. Pemain bertahan asal Kroasia Tomislav Labudovic akhirnya juga ikut berangkat untuk mengamankan barisan pertahanan.

    Jamal mengatakan tim Persiba sengaja berangkat lebih awal untuk menjaga kebugaran para pemainnya. Perjalanan transportasi ke Papua dipastikan menguras energi pemain sebelum menghadapi Persipura.

    Rombongan Persiba terbang dari Bandara Sepinggan Balikpapan menuju Makassar yang dilanjutkan ke Jayapura. Perjalanan menuju Jayapura membutuhkan waktu jarak tempuh sekitar 2 jam. “Seharian dalam perjalanan, menunggu transit pesawat juga lama,” tutur dia.

    Persiba sudah memperkenalkan 24 pemainnya yang akan berlaga pada kompetisi ISL musim 2011-2012. Peluncuran tim dilakukan di Mall Balcony dengan MC komedian Edwin dan Jody. Girl band Seven Icons juga digandeng untuk meraimaikan acara peluncuran tim.

    Dalam kesempatan tersebut, selain hadir para direksi PT Balikpapan Kick Off (BKO), jajaran Muspida dan beberapa pengusaha Balikpapan juga diundang.

    Sementara untuk laga home rencananya Persiba akan menjamu Arema Indonesia pada 10 Desember dan selanjutnya Persela Lamongan pada 15 Desember 2011. Liga ini merupakan rival ajang pertandingan yang direstui PSSI, yaitu Indonesian Premier League (IPL).

    SG WIBISONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.