Terlalu Dini bagi Lazio Bicarakan Scudetto  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Djibril Cisse. REUTERS/Yiorgos Karahalis

    Djibril Cisse. REUTERS/Yiorgos Karahalis

    TEMPO Interaktif, Roma - Penyerang Lazio, Djibril Cisse, 30 tahun, mengatakan masih terlalu awal bagi klubnya untuk membidik gelar scudetto di akhir musim, meski secara mengejutkan Biancoceleste bisa berada di papan atas klasemen Liga Italia Seri A.

    Lazio saat ini bertengger di peringkat empat klasemen dengan raihan 22 poin atau hanya berjarak tiga poin dari pemuncak klasemen Juventus. Bersama Udinese yang berada tepat di posisi atasnya, Lazio menjadi kuda hitam Seri A musim ini.

    Namun Cisse menyarankan agar timnya tidak menargetkan gelar juara terlebih dahulu. Itu karena akhir musim 2011/2012 masih panjang. Selain itu cukup banyak pesaing-pesaing mereka seperti Napoli dan Inter yang siap menggeser posisi mereka dari papan. Terlebih lagi Lazio baru saja tumbang pada akhir pekan lalu dari pesaing terberatnya, Juventus.

    “Masih terlalu cepat untuk bicarakan scudetto. Tentu saja kami melakukan start yang bagus di awal musim,” ujar Cisse yang musim ini bermain perdana di Liga Italia. “Kami akan melihat jika kami berhasil membuat perbedaan pada pesaing langsung kami dalam perebutan scudetto.”

    Cisse sendiri masih belum maksimal bermain dalam formasi pelatih Edy Reja. Dalam enam pertandingan di Seri A, pemain asal Prancis itu baru menceploskan satu gol. Meski demikian pemain yang musim lalu membela Panathinaikos itu tidak cemas pada kemandulannya. Ia berdalih masih dalam proses adaptasi.

    “Saya masih mempunyai kesempatan mencetak gol. Tapi saya punya masalah mencetak gol di saat musim dingin. Meski demikian saya telah membuat enam asist,” kata pemain.

    TUTTOSPORT | GOAL | IRVAN SAPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.