Tanpa Andik, Persebaya Kalah Lawan Persiraja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andik Vermansyah. TEMPO/Subekti

    Andik Vermansyah. TEMPO/Subekti

    TEMPO Interaktif, BANDA ACEH- Tanpa kehadiran Andik Vermansyah, Persebaya 1927 Surabaya takluk di tangan tuan rumah, Persiraja Banda Aceh, 2–1 dalam laga Indonesian Primier League (IPL) di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Kamis 1 Desember 2011.

    Persiraja Banda Aceh yang bermain dengan kekuatan penuh berhasil mengimbangi permainan Persebaya di menit-menit awal. Persebaya unggul lebih dulu lewat kakai Taufiq pada menit ke 8.

    Tinggal satu gol, Persiraja lewat dukungan penonton terus menggempur pertahanan Persebaya. Pada menit ke 21, Abdullaye Djibril berhasil menaklukkan kiper Persebaya, Dedi Imam. Kedudukan menjadi 1 – 1.

    Selang 14 menit kemudian, Persiraja kembali membukukan gol lewat Kapten Tim, Abdul Musawir setelah kemelut di depan gawang Persebaya. Kedudukan 2 – 1 bertahan sampai turun minum.

    Babak kedua, kedua tim bermain keras. Menit ke 50, pemain belakang Persiraja Yudi Khairuddin diganjar kartu merah oleh wasit Suistyoko, setelah mendapatkan kartu kuning keduanya, usai melanggar penyerang Persebaya.

    Bermain dengan 10 orang pemain, Persiraja cenderung menerapkan pola bertahan. Beberapa kali serangan Persebaya berhasil dipatahkan lini bawah Persiraja. Sampai peluit panjang ditiup, kedudukan tidak beubah.

    Pelatih Persebaya, Dilvado Alves mengakui kehebatan anak-anak Persiraja. “Permainan sudah fair, pemain kami kalah bola karena sedikit lelah,” ujarnya.

    Dia mengakui ketidakhadiran Andik berpengaruh kepada peforma tim. “Andik dipakai tim nasional, Minggu dia sudah mulai bergabung lagi,” ujarnya menjawab pertanyaan wartawan.

    Menurutnya, ada sedikit kesalahan ketika tim tidak berkembang melawan 10 pemain lawan, tapi hal ini nantinya akan dievalusi dan dicarikan solusi.

    Sementara itu pelatih Persiraja, Herry Kiswanto memuji permainan anak asuhnya. “Persebaya juga cukup bagus, tapi pemain kami sangat disiplin dan patut diberikan apresisasi,” ujarnya.

    ADI WARSIDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?